Tuesday, September 22News That Matters

Wamenkes Sebut Pemeriksaan TBC Bakal Gunakan Metode Baru


KORAN MANDALA – Pemerintah berencana menggunakan metode pemeriksaan tuberkulosis (TBC) dengan alat yang lebih canggih mulai 2027.

Pemeriksaan tersebut disebut akan menggunakan metode menyerupai swab tenggorokan seperti yang digunakan saat pandemi COVID-19, sehingga hasil pemeriksaan dapat diketahui pada hari yang sama.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR saat mengunjungi Kelurahan Siaga TB di Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Selasa (22/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus turut meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diikuti sekitar 100 warga.

Benyamin mengatakan, pemeriksaan TBC akan dikembangkan dengan metode yang lebih canggih mulai tahun depan.

“Mulai 2027 pemeriksaan tuberkulosis (TBC) akan menggunakan alat yang lebih canggih, dimana metodenya menyerupai SWAB tenggorokan seperti saat pandemi COVID-19, sehingga hasil pemeriksaan bisa langsung diketahui di hari yang sama,” ujar Benyamin.

Selain pemeriksaan, Benyamin mengingatkan pasien TBC untuk memperhatikan pola hidup selama menjalani pengobatan. Menurutnya, pasien tidak cukup hanya rutin mengonsumsi obat dan berolahraga, tetapi juga perlu menjaga pola makan.

“Tidak hanya rutin minum obat dan berolahraga, tetapi juga menjaga pola makan agar pengobatan berjalan maksimal,” katanya.

Benyamin menyebut tingkat kesembuhan TBC di Indonesia mencapai 95 persen. Sementara lima persen lainnya, menurut dia, berkaitan dengan pasien yang tidak rutin mengonsumsi obat.

“Untuk tingkat kesembuhan TBC di Indonesia mencapai 95 persen, sedangkan 5 persen sisanya disebabkan pasien tidak rutin minum obat,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa Jawa Barat termasuk provinsi dengan penanganan TBC yang dinilai baik secara nasional.

Sementara itu, pemantauan warga di Kota Tasikmalaya turut dilakukan melalui kader PKK dan dasawisma. Mereka melakukan pendataan keluarga, kondisi ekonomi, hingga skrining kesehatan.

Data tersebut tercatat dalam Aplikasi Sikawan PKK dan dapat membantu puskesmas melakukan pelacakan terhadap warga yang membutuhkan penanganan kesehatan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *