
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menyiapkan teknologi sebagai senjata baru untuk memperketat pengawasan impor tanpa harus membongkar seluruh kontainer yang masuk ke Indonesia.
Ia menyebut, petugas akan mengandalkan teknologi, termasuk X-ray dan sistem berbasis risiko, untuk menentukan kontainer yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Suahasil mengatakan besarnya volume pekerjaan pengawasan membuat pemeriksaan satu per satu kontainer tidak lagi menjadi pilihan.
“Kita bukan mengecek satu per satu kontainer, tapi harus dilakukan dengan teknologi. Kita perkuat X-ray, memilih kontainer yang akan dicek, melakukan pengamatan, bahkan juga melakukan intelligence dengan betul,” kata Suahasil di Kantor Direktoral Jendral dan Bea Cukai, Selasa (22/9/2026).
Menurut Suahasil, sistem pengawasan juga dapat memberikan alert ketika menemukan perubahan dalam pemberitahuan impor. Salah satunya perubahan nomor HS atau jenis barang yang dilaporkan importir.
Pendekatan tersebut, dilakukan agar pengawasan barang impor tetap ketat tanpa menghambat arus barang yang dibutuhkan perekonomian. Suahasil menyebut sebagian besar barang impor digunakan untuk kebutuhan produksi maupun konsumsi masyarakat.
“Tidak boleh memperlama proses pengawasan tetapi harus tetap aman,” tegasnya.
Baca Juga: Rp11,4 Miliar Balpres Impor Ilegal Disita Bea Cukai, Suahasil Bongkar Dampaknya
Baca Juga: Prabowo Diminta Buka Impor Beras, Amran Bilang Jangan: Bisa Bikin 115 Juta Petani Demotivasi
Suahasil menilai, kombinasi antara sumber daya manusia yang berintegritas, teknologi, dan perbaikan proses bisnis menjadi kunci pengawasan impor ke depan.
Dengan pola tersebut, pemerintah dapat memusatkan pemeriksaan pada kontainer yang memiliki indikator risiko, sementara arus barang yang memenuhi ketentuan tetap dapat berjalan
