
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama istrinya, Sara, mengunjungi terowongan di bawah Kota Tua Yerusalem Timur dan kawasan sekitar kompleks Masjid Al Aqsa pada Sabtu (19/9/2026).
Dalam video yang diunggah Netanyahu, keduanya terlihat mengikuti ibadah Selichot Yahudi di kawasan Tembok Barat. Netanyahu menyebut lokasi tersebut memiliki kaitan erat dengan sejarah dan keyakinan bangsa Yahudi.
Netanyahu mengatakan terowongan itu telah menjadi bagian dari kawasan tersebut sejak zaman Hasmonean dan periode Bait Suci Kedua. Ia juga menyampaikan bahwa bangsa Yahudi akan terus berada di kawasan tersebut.
“Kami membawanya kembali. Kami di sini, dan kami akan selalu tetap di sini,” kata Netanyahu.
Sara Netanyahu turut menyinggung pengalaman anak-anak Yahudi, termasuk kedua putranya, yang disebut pernah merayakan Bar Mitzvah di kawasan tersebut.
Baca Juga: Hamas Tuduh Israel Berupaya Hapus Bukti Kejahatan di Gaza
Kunjungan itu kemudian mendapat kecaman dari Hamas. Kelompok tersebut menilai aktivitas Netanyahu di terowongan dan area penggalian bawah tanah sebagai tindakan yang mengancam status situs suci umat Islam serta memicu ketegangan di Yerusalem.
Hamas juga menolak klaim Netanyahu mengenai kawasan Tembok Al Buraq dan Ruang Mahakudus.
Kunjungan tersebut berlangsung ketika kawasan Yerusalem kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya ketegangan Israel-Palestina dan aktivitas keagamaan Yahudi menjelang Yom Kippur.
