
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan inovasi sepatu untuk siswa dari keluarga kurang mampu. Produk tersebut dirancang dengan harga terjangkau, awet, mudah dirawat, dan nyaman digunakan.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pengembangan sepatu tersebut merupakan bagian dari upaya BRIN menghadirkan riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ya, memang ada sepatu yang kita siapkan untuk siswa yang tidak mampu, ya. Sepatu yang murah, awet, kemudian mudah dirawat, dan juga nyaman,” kata Arif saat ditemui di Istana, Selasa (22/9/2026).
Arif menjelaskan inovasi sepatu tersebut turut dibahas dalam pertemuan dengan Presiden yang membahas penguatan industri tekstil dan sepatu. Dalam agenda tersebut, BRIN diundang untuk memaparkan sejumlah riset dan inovasi yang dapat mendukung sektor tersebut.
Menurut Arif, pengembangan produk riset perlu memiliki nilai dan keberpihakan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk kelompok kurang mampu.
“Karena itu Bapak Presiden sangat berharap agar kebutuhan siswa yang kurang mampu itu bisa dipenuhi ya, dengan riset dan inovasi yang memang cocok untuk mereka,” ujarnya.
Selain sepatu untuk siswa, BRIN juga mengembangkan teknologi smart insole atau sol dalam sepatu pintar. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memantau proses rehabilitasi bagi penderita stroke.
Baca Juga: Dipanggil Presiden, BRIN Siapkan Inovasi Tekstil dan Sepatu Targetkan Komersial Desember 2026
Baca Juga: Profesor BRIN Ingatkan Mimpi Buruk Krakatau 1883, Soroti Erupsi Anak Krakatau
Smart insole juga dikembangkan untuk kebutuhan penerjun payung, terutama untuk memantau posisi kaki ketika melakukan pendaratan guna mendukung aspek keselamatan.
Arif mengatakan BRIN menargetkan inovasi sepatu tersebut masuk tahap komersialisasi pada Desember 2026. Produk-produk inovasi BRIN akan diperkenalkan melalui agenda Innovation Summit.
“Ya, kita rencananya untuk yang sepatu ini insya Allah bulan Desember ya, karena kita kan ada Innovation Summit nanti ya, insya Allah sejumlah produk-produk BRIN akan kita komersialkan,” katanya.
