
Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam, Hasyim Muhammad, kembali mengungkapkan pandangannya bahwa PDIP berpeluang memenangkan Pilpres 2029 jika bersedia berkoalisi dengan Anies Baswedan.
Namun, Hasyim mengakui usulan tersebut banyak menuai kritik dari pendukung PDIP. Karena itu, menurutnya, jika partai berlambang banteng tersebut memang tidak ingin berkoalisi dengan Anies, masih ada opsi lain, yakni bergabung dengan Presiden Prabowo Subianto dengan menempatkan kader PDIP sebagai calon wakil presiden.
“Seperti yang sudah sering saya sampaikan, PDIP punya peluang menang di Pilpres 2029 jika mau bersatu dengan Anies Baswedan. Usulan saya ini banyak dicemooh sama pendukung PDIP,” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (21/9).
“Baik, jika memang tak mau gabung sama Anies, PDIP tetap bisa menang Pilpres 2029 jika bergabung sama Prabowo, tapi jadi wapres dulu ya,” imbuhnya.
Hasyim kemudian menyinggung kemungkinan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mendorong Prabowo untuk menggandeng kader PDIP sebagai calon wakil presiden, sambil tidak lagi memajukan putranya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai capres maupun cawapres pada Pilpres 2029.
Menurutnya, skenario politik tersebut bisa terjadi apabila Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berdamai menjelang Pilpres 2029.
“Andai Jokowi ambil skenario ini dan Megawati menyambutnya, maka Jokowi akan membuktikan bahwa ia tidak berambisi bangun dinasti. Di tahun 2029, Gibran tidak lagi menjabat dan tak ikut Pilpres,” ucap Hasyim.
Baca Juga: Skenario Mengejutkan 2029: Gibran Mundur, Kader PDIP Jadi Cawapres Prabowo
Menurut Hasyim, langkah tersebut tidak akan merugikan Jokowi. Justru jika Gibran fokus membesarkan PSI sepanjang periode 2029-2034, sentimen negatif terhadap Jokowi berpotensi mereda. Kondisi tersebut dinilai bisa menguntungkan elektabilitas Gibran menjelang Pilpres 2034.
“Tahun 2034, kalau mau dilanjutkan skenarionya: Pramono-Gibran mungkin saja punya peluang besar,” tandasnya.
