
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberi sinyal akan adanya arus masuk kader baru menjelang Pemilu 2029. Padahal kontestasi demokrasi tersebut akan berlangsung kurang lebih dua tahun lagi.
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menyebut sejumlah kader potensial dan strategis berpotensi berpindah serta bergabung dengan partai yang dikenal dekat dengan keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: PDIP: Pendidikan Gratis Itu Sangat Mungkin Asalkan Prabowo Bubarkan Kopdes dan MBG
Menurut Ahmad Ali, partainya perlu mempersiapkan diri sejak jauh hari untuk menyambut kemungkinan bergabungnya sejumlah tokoh dan kader dari berbagai latar belakang.
Ia mengatakan penguatan organisasi partainya bukan hanya diperlukan untuk membangun mesin politik menjelang pemilu, tetapi juga untuk memastikan partai siap menerima kekuatan baru yang diperkirakan akan masuk.
“Akan ada banyak kader-kader potensial dan strategis yang berpindah dan bergabung dengan PSI. Kita harus siap menerima mereka dan menjadikan mereka bagian dari kekuatan baru PSI,” kata Ahmad Ali, dikutip Senin (21/9/2026).
PSI dengan ini membuka pintu lebih lebar bagi tokoh maupun kader yang ingin bergabung. Namun, Ahmad Ali tidak merinci nama maupun latar belakang tokoh yang dimaksud.
Menurut Ahmad Ali, masuknya kader baru harus diikuti dengan kesiapan organisasi. PSI tidak ingin kedatangan figur potensial hanya menjadi tambahan nama tanpa memberikan kontribusi terhadap penguatan partai.
Karena itu, struktur organisasi di daerah harus diperkuat sejak sekarang. Ahmad Ali meminta pengurus tidak menunggu tahapan pemilu dimulai untuk membangun jaringan dan konsolidasi.
Ia menilai kekuatan partai tidak dapat hanya bergantung pada figur tertentu. PSI membutuhkan struktur yang mampu bekerja hingga tingkat paling bawah agar setiap kader yang masuk dapat ditempatkan dan diintegrasikan ke dalam mesin organisasi.
“Struktur yang kita bangun hari ini harus menjadi mesin pemenangan. Jangan hanya ada di atas kertas, tetapi harus hidup dan bekerja di tengah masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Viral Video Soal Prabowo Dibohongi Orang-orang Terdekatnya: Laporan Itu Tak Sesuai Kenyataan
Meski belum disebutkan siapa saja nama besar yang dimaksud, pernyataan partai tersebut membuka spekulasi mengenai kemungkinan perpindahan sejumlah tokoh dan kader dari partai lain. Kepastian mengenai siapa yang akan bergabung tentu masih harus menunggu pengumuman resmi dari PSI.
