Sunday, September 20News That Matters

David Benavidez Nilai Opetaia Lambat dan Terlalu Mudah Terkena Pukulan


Wacana Berita –

David Benavidez menilai penampilan Jai Opetaia saat mengalahkan Noel Mikaelian tidak sesuai dengan ekspektasinya.

Benavidez bahkan melihat sejumlah kelemahan yang menurutnya dapat dimanfaatkan ketika mereka bertemu.

Petinju berusia 29 tahun asal Phoenix itu menyaksikan langsung pertarungan Opetaia dari sisi ring di T-Mobile Arena, Las Vegas, pada 12 September.

Jai Opetaia berhasil mempertahankan gelar Ring dan Zuffa kelas penjelajah serta merebut sabuk WBA “regular” yang lowong setelah menghentikan Mikaelian pada ronde kesembilan.

Namun, Benavidez justru kecewa dengan penampilan juara asal Australia tersebut.

“Saya terkejut, tetapi bukan dalam arti yang baik,” kata Benavidez kepada sejumlah wartawan. “Dia sering terkena pukulan, dia lambat, sangat lambat, dan sempat terluka sekitar empat kali. Ada banyak celah di sana. Ada banyak ruang bagi saya untuk melancarkan pukulan. Saya tidak tahu apakah dia hanya mengalami malam yang buruk.”

Jai Opetaia, petinju kidal setinggi 188 sentimeter asal Sydney, sebelumnya mengira kemenangan atas Mikaelian akan membuatnya dinobatkan sebagai juara WBC.

Namun, badan tinju tersebut baru memperjelas status gelar pada Senin (14/9).

WBC sebelumnya memerintahkan Mikaelian (28-4, 12 KO) mempertahankan gelarnya melawan Benavidez, yang merupakan penantang wajib, pada akhir Mei.

Setelah Mikaelian memilih menghadapi Opetaia, WBC mencopot gelarnya dan menaikkan Michal Cieslak dari juara interim menjadi juara penuh.

David Benavidez (32-0, 26 KO) sebelumnya menghentikan Gilberto “Zurdo” Ramirez pada ronde keenam di T-Mobile Arena, 2 Mei, untuk merebut gelar WBA dan WBO kelas penjelajah.

Ia dijadwalkan menghadapi Cieslak pada 12 Desember.

Sementara itu, gelar IBF masih lowong. Opetaia (31-0, 24 KO) kehilangan sabuk tersebut setelah memutuskan menghadapi Brandon Glanton pada 8 Maret di Meta APEX, Las Vegas.

IBF menolak mengesahkan pertarungan itu dan memperingatkan Opetaia bahwa gelarnya akan dicopot jika tetap bertanding.

Opetaia tetap bertarung dan menang angka mutlak dengan keunggulan lebar. Dua pekan kemudian, IBF secara resmi mencopot gelarnya.

Opetaia kini menggugat IBF dan menilai pencopotan tersebut melanggar hukum. Ia meminta statusnya sebagai juara dipulihkan sepenuhnya.

David Benavidez, yang juga memegang gelar WBC kelas berat ringan, tidak terlalu memikirkan apakah Opetaia akan mendapatkan kembali sabuk IBF. Fokus utamanya adalah pertarungan melawan Cieslak.

Namun, setelah menyelesaikan laga tersebut, Benavidez berharap dapat menghadapi Opetaia dan memberikan kekalahan KO.

“Pada akhirnya, Jai Opetaia adalah petarung hebat. Saya sangat menghormatinya, tetapi saya akan menjatuhkannya dengan KO,” ujar Benavidez.

“Jelas, saya tidak boleh diam di sana dan membiarkan diri saya terkena pukulan. Dia punya pukulan keras. Pertarungan saya melawan Cieslak sudah ditandatangani untuk Desember. Setelah itu, kami bisa melakukannya pada Mei tahun depan.”

Artikel Tag: david benavidez, jai opetaia

Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/tinju/david-benavidez-nilai-opetaia-lambat-dan-terlalu-mudah-terkena-pukulan





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *