
Berita Tinju – Saul Canelo Alvarez telah melewati salah satu karier paling panjang dan penuh tantangan di era modern. Dalam 68 pertarungan profesional, petinju asal Meksiko itu menghadapi sejumlah nama besar dari berbagai kelas dan harus berhadapan dengan karakteristik lawan yang berbeda.
Menariknya, ketika ditanya mengenai petinju dengan pukulan paling keras yang pernah dirasakannya, Canelo tidak memasukkan Floyd Mayweather Jr maupun Dmitry Bivol dalam daftar tersebut.
Canelo memang pernah mengalami tiga kekalahan sepanjang karier profesionalnya. Ia kalah dari Mayweather melalui keputusan angka pada 2013, kemudian menyerah kepada Bivol dalam pertarungan kelas berat ringan pada 2022, sebelum kembali kalah dari Terence Crawford pada September 2025.
Kekalahan dari Mayweather lebih banyak memperlihatkan keunggulan lawannya dalam kecepatan dan teknik. Sementara ketika menghadapi Bivol, Canelo harus beradaptasi dengan lawan yang secara alami lebih besar.
Untuk urusan kekuatan pukulan, Canelo justru menunjuk Gennady Golovkin sebagai salah satu lawan paling berbahaya yang pernah dihadapinya.
Golovkin menghadapi Canelo dua kali pada 2017 dan 2018. Pertemuan pertama berakhir imbang, sebelum Canelo memenangkan pertandingan kedua melalui keputusan mayoritas.
Duel tersebut menjadi salah satu pertarungan terbesar dalam karier Canelo. Golovkin dikenal memiliki kekuatan pukulan luar biasa, terutama ketika masih berada di puncak kariernya.
Nama berikutnya yang mengejutkan adalah Sergey Kovalev. Canelo naik ke kelas berat ringan pada 2019 untuk menantang Kovalev memperebutkan gelar WBO. Meskipun Kovalev sudah melewati masa terbaiknya, Canelo tetap memasukkannya sebagai salah satu petinju dengan pukulan paling keras yang pernah ia hadapi.
Canelo akhirnya menghentikan Kovalev pada ronde ke-11 dan merebut gelar dunia di kelas 175 pound tersebut.
Sementara nama ketiga adalah James Kirkland. Canelo menghadapi petinju Amerika Serikat itu pada 2015 dalam pertarungan kelas welter super.
Kirkland dikenal sebagai petinju agresif dengan kekuatan besar. Namun, Canelo mampu menyelesaikan pertandingan hanya dalam tiga ronde.
Meski kemenangan tersebut berlangsung singkat, Canelo mengakui bahwa kekuatan Kirkland tetap terasa di atas ring.
Kini, Canelo Alvarez bersiap menghadapi tantangan berikutnya. Ia dijadwalkan menghadapi juara WBC kelas menengah super Christian Mbilli pada 31 Oktober dalam upaya kembali merebut bagian dari gelar tak terbantahkan yang sebelumnya hilang setelah kekalahan dari Crawford.
Menariknya, Mbilli juga memiliki catatan kemenangan KO yang cukup impresif. Karena itu, pertarungan tersebut akan menjadi kesempatan bagi Canelo untuk kembali menghadapi petinju dengan reputasi memiliki kekuatan pukulan besar.
Artikel Tag: saul canelo alvarez, gennady golovkin, sergey kovalev, kelas berat ringan, kelas menengah super, kelas welter super
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/tinju/canelo-alvarez-ungkap-tiga-petinju-dengan-pukulan-paling-dahsyat
