Sunday, September 20News That Matters

Bawa-Bawa soal Privilige, Setelah Dirujak Netizen, Maudy Ayunda Akhirnya Minta Maaf soal Konten Mindfulness


Wacana Berita, Jakarta –

Selebritas Maudy Ayunda akhirnya buka suara terkait kontroversi pernyataannya mengenai konsep mindfulness yang sebelumnya menuai kritik dari netizen.

Maudy menyampaikan permintaan maaf sekaligus mengakui masih perlu belajar untuk lebih peka terhadap berbagai perspektif.

Maudy mengatakan telah meluangkan waktu untuk mendengarkan berbagai tanggapan dan merefleksikan kembali pernyataannya yang menjadi sorotan.

“Beberapa waktu terakhir, aku mengambil waktu untuk mendengar, merefleksikan kembali apa yang aku sampaikan, dan memahami berbagai respons yang muncul setelahnya,” kata Maudy.

Dia mengakui pernyataannya telah menimbulkan kekecewaan dan kemarahan di tengah masyarakat.

“Aku menyadari bahwa apa yang aku sampaikan telah menyebabkan kekecewaan dan kemarahan. Aku minta maaf,” ujarnya.

Menurut Maudy, terdapat perspektif dan konteks yang belum cukup dia pertimbangkan ketika menyampaikan pandangannya. Kondisi tersebut membuat pernyataannya dinilai tidak sepenuhnya menggambarkan realitas yang sedang dihadapi banyak orang.

“Ada perspektif dan konteks yang belum cukup aku pertimbangkan, sehingga apa yang aku sampaikan terasa jauh dari realita dan pengalaman yang sedang dihadapi banyak orang,” katanya.

Maudy juga menyebut dirinya masih perlu banyak belajar, terutama dalam mendengarkan, memahami, dan menerima perspektif yang berbeda dari pengalaman pribadinya.

“Aku menyadari bahwa aku masih perlu banyak belajar. Aku perlu lebih banyak mendengar, lebih peka, lebih berempati, dan lebih terbuka terhadap perspektif yang berbeda dari pengalamanku sendiri,” ujarnya.

Maudy Singgung Privilege dan Tanggung Jawab

Dalam pernyataannya, Maudy turut menyinggung posisi dan akses yang dimilikinya sebagai figur publik. Menurut dia, suara, akses, platform, dan berbagai bentuk privilese yang dimiliki membawa tanggung jawab tersendiri.

“Aku juga sadar bahwa suara, akses, platform, dan berbagai bentuk privilese yang aku miliki membawa tanggung jawab. Dan ada saat-saat ketika aku bisa lebih hadir atau bersuara,” kata Maudy.

Dia berjanji akan terus belajar dan berusaha menggunakan ruang yang dimilikinya secara lebih bijak.

“Aku akan terus belajar dan berusaha lebih bijak dalam menggunakan ruang dan kapasitas yang aku punya,” ujarnya.

Maudy memahami permintaan maaf yang disampaikannya tidak serta-merta menghilangkan kekecewaan yang telah muncul.

“Sekali lagi, aku minta maaf. Terima kasih untuk semua masukan dan perspektifnya. Aku tahu satu permintaan maaf tidak serta-merta menghapus kekecewaan yang sudah muncul. Tapi, aku akan berusaha lebih baik ke depannya,” kata dia.

Konten Mindfulness Maudy Dikritik Netizen

Sebelumnya, Maudy Ayunda mendapat kritik dari sejumlah netizen setelah mengunggah konten mengenai mindfulness pada 21 Agustus 2026.

Dalam konten tersebut, Maudy membahas caranya menghadapi banyaknya pemberitaan buruk yang muncul di Indonesia. Salah satu pendekatan yang disampaikan adalah membatasi atau melakukan “diet” terhadap konsumsi berita.

Pernyataan tersebut kemudian memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah netizen menilai pendekatan tersebut kurang mempertimbangkan kondisi masyarakat yang harus berhadapan langsung dengan berbagai persoalan yang diberitakan.

Kritik terutama diarahkan pada anggapan bahwa membatasi konsumsi berita tidak selalu dapat membuat seseorang terlepas dari realitas yang sedang terjadi di sekitarnya.

Kontroversi tersebut kemudian membuat pernyataan Maudy mengenai mindfulness menjadi sorotan. Setelah menerima berbagai respons, Maudy memilih menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *