Saturday, September 19News That Matters

Bos ULTJ Buka Alasan di Balik Akuisisi Frisian Flag Rp14,6 Triliun


Wacana Berita, Jakarta –

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengungkap pertimbangan di balik rencana akuisisi 100% saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) dengan nilai sekitar Rp14,6 triliun. Langkah ini bukan hanya untuk menambah produk, tetapi juga membuka ruang bagi perseroan untuk memperkuat operasi dan mengoptimalkan rantai pasok.

Presiden Direktur ULTJ, Sabana Prawira Widjaja mengatakan, perseroan melihat FFI sebagai aset yang dapat melengkapi bisnis yang sudah dimiliki. Akuisisi tersebut diharapkan memperkuat kemampuan operasional dan keuangan sekaligus menopang ekspansi bisnis ULTJ dalam jangka panjang.

“Perseroan meyakini pengambilalihan seluruh saham FFI merupakan suatu peluang yang dapat memberikan dampak positif bagi kelangsungan bisnis perseroan, baik secara operasional dan finansial dalam jangka panjang,” kata dia dalam keterbukaan informasi BEI, seperti diberitakan Sabtu (19/9/2026).

Dari sisi produk, ULTJ dan FFI memiliki lini bisnis yang cukup beragam dan dapat saling mengisi. ULTJ selama ini dikenal lewat produk susu UHT Ultra Milk, selain sejumlah minuman non-susu seperti Teh Kotak dan Sari Kacang Ijo.

Di sisi lain, FFI memiliki portofolio susu kental manis, susu bubuk, susu UHT, hingga produk nutrisi anak dengan merek Friso. Masuknya FFI ke dalam grup ULTJ berpotensi memperluas pilihan produk yang dapat ditawarkan perseroan di pasar.

Selain portofolio, ULTJ melihat peluang sinergi dari jaringan fasilitas produksi kedua perusahaan. ULTJ memiliki pabrik di Padalarang dan Cikarang, Jawa Barat, sedangkan FFI mengoperasikan fasilitas di Pasar Rebo, Ciracas, dan Cikarang, Jakarta.

Menurut Sabana, keberadaan fasilitas tersebut dapat menambah kapasitas produksi sekaligus memberikan fleksibilitas dalam pengolahan produk susu. Kendati berada dalam satu grup, masing-masing fasilitas tetap akan menjalankan operasionalnya secara mandiri.

Namun, perseroan membuka peluang untuk melakukan koordinasi jika dibutuhkan, misalnya dalam menentukan alokasi produksi, menggunakan jasa pihak ketiga (outsourcing), maupun berbagi sumber daya.

Sinergi juga dapat diperoleh dari pengadaan bahan baku. Dengan kebutuhan yang lebih besar setelah kedua bisnis berada dalam satu grup, ULTJ melihat peluang untuk meningkatkan skala pengadaan dan memperbaiki perencanaan.

Sekedar informasi, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) menyiapkan right issue hingga 7,87 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.150 per saham. Jika seluruhnya terserap, dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp16,92 triliun.

Baca Juga: ULTJ Siapkan Right Issue Rp16,92 Triliun untuk Akuisisi Frisian Flag

Baca Juga: FrieslandCampina Jadi Pemegang Saham Pengendali Ultrajaya (ULTJ)

Baca Juga: RKAB 2026: Harga Mineral Naik, Industri Mulai Tertekan

Sekitar 86,01% dana tersebut atau Rp14,56 triliun akan digunakan untuk mengakuisisi 100% saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) melalui mekanisme inbreng atau penyetoran modal dalam bentuk selain uang.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Jumat (18/9/2026), saham FFI saat ini dimiliki FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH) sebesar 78,09%, Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. (BWG) 16,91%, dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI) 5%.

Transaksi ini akan mengubah struktur pengendalian ULTJ. Pemegang saham utama dan pendiri ULTJ, termasuk Sabana Prawirawidjaja dan PT Prawirawidjaja Prakarsa, telah menyepakati pengalihan HMETD kepada pemegang saham FFI.

Setelah transaksi inbreng rampung, FCIH akan menjadi pengendali baru ULTJ dan wajib melakukan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) atas saham ULTJ milik publik sesuai POJK Nomor 9/2018.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *