
Berita Liga Italia: Selama pertandingan melawan Benfica di Europa League, AC Milan menguasai bola sekitar 60 persen, namun hanya menciptakan expected goals sebesar 0,99.
Laga AC Milan melawan Benfica seharusnya menjadi perayaan kembalinya Rossoneri ke panggung Eropa, namun justru diwarnai catatan negatif usai kalah 0-2, Rabu (16/9) malam di San Siro.
Dari lebih dari 65.000 penonton yang hadir, suporter Benfica-lah yang pulang dengan gembira setelah gol Dodi Lukebakio pada menit ke-16 dan Jakub Kaminski pada menit ke-53 membawa kemenangan pertama sepanjang sejarah klub atas Milan.
Statistik laga menunjukkan kekhawatiran, yang menguasai bola sebesar 60 persen namun hanya menghasilkan expected goals (xG) sebesar 0,99, setelah sebelumnya mencatatkan 1,09 melawan Lazio dan hanya 0,09 melawan Juventus.
Data ini menegaskan ketidakmampuan tim mengubah penguasaan bola menjadi peluang matang, bahkan untuk sekedar masuk ke dalam kotak penalti lawan.
Benfica bahkan mencatatkan lebih banyak peluang besar dengan perbandingan 1-0. Milan melepaskan 17 tembakan berbanding 11 milik Benfica, namun hanya 4 yang tepat sasaran, sama dengan jumlah tembakan tepat sasaran tim tamu.
Milan turut mendapat 10 sepak pojok sepanjang laga, namun tak satupun menghasilkan ancaman berarti bagi gawang Benfica.
Situasi ini semakin mengecewakan, mengingat Milan mengeluarkan dana hingga 150 juta Euro untuk aktivitas transfer, dengan Goncalo Ramos jadi rekrutan termahal klub, bahkan di Serie A, sepanjang bursa transfer musim panas kemarin.
Artikel Tag: liga europa, ac milan, benfica
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/bola/ac-milan-kuasai-bola-tapi-minim-peluang-saat-lawan-benfica
