
Pengamat politik Rocky Gerung membantah tudingan yang menyebut dirinya mendadak kaya dan menikmati berbagai fasilitas setelah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan.
Rocky menepis sejumlah rumor yang beredar, termasuk isu bahwa dirinya mendapat rumah dari Prabowo di kawasan Sentul serta tudingan bahwa barang-barang yang dikenakannya merupakan pemberian dari penguasa.
Pernyataan tersebut disampaikan Rocky dalam gelar wicara Total Politik yang tayang pada 17 September 2026. Ia merespons anggapan sebagian pihak yang menilai sikap kritisnya terhadap pemerintah berubah karena adanya keuntungan materi.
Salah satu isu yang dibantah Rocky adalah kabar bahwa dirinya memperoleh rumah dari Prabowo di kawasan Sentul. Rocky mengatakan dirinya telah tinggal di kawasan tersebut sebelum Prabowo.
“Rocky Gerung tidak kritik lagi Prabowo karena sudah dapat rumah dari Prabowo. Ya elah, saya lebih dulu tinggal di Sentul daripada Prabowo,” ujar Rocky.
Isu serupa juga pernah muncul dalam polemik mengenai kediaman Rocky di kawasan Bojong Koneng, Sentul. Pada 2021, Rocky memang sempat bersengketa dengan PT Sentul City terkait lahan yang ditempatinya.
Rocky kemudian menanggapi sorotan mengenai pakaian dan perlengkapan mendaki yang dimilikinya. Barang-barang tersebut, menurut dia, telah dibeli jauh sebelum Prabowo menjabat sebagai presiden.
“Beli itu setelah Prabowo presiden atau sebelum? Ya sebelum, jauh. Nanti dianggap saya dikasih Prabowo. Kapan saya miskinnya? Saya main judi untung melulu, sama main saham lah sedikit-sedikit dari zaman saya kuliah,” ungkap Rocky.
Ia menilai tudingan mengenai perubahan kondisi ekonominya karena kedekatan dengan pemerintah muncul karena sebagian pihak mengaitkan kepemilikan barang atau gaya hidup dengan hubungan politik.
Rocky juga menegaskan bahwa dirinya tidak melihat hubungan dengan pemerintahan Prabowo sebagai transaksi untuk mendapatkan keuntungan materi.
Baca Juga: Prabowo Kena Marah dari Segala Arah, Ruang Publik Disebut Jadi Kakofoni
“Orang-orang yang memusuhi tanpa otak itu, musuhilah saya pakai otak. Saya anggap ya sudahlah, itu orang-orang yang dangkal,” katanya.
Rocky kemudian menjelaskan posisi politiknya di tengah anggapan bahwa dirinya kini lebih dekat dengan pemerintahan Prabowo. Ia menegaskan bahwa sikapnya bukan didasarkan pada dukungan terhadap individu tertentu, melainkan pada prinsip yang menurutnya lebih mendasar.
“Hubungan saya bukan transaksional, tapi instruksional. Kita diinstruksi sama-sama oleh konstitusi,” pungkas Rocky.
