
Dinamika politik menuju Pemilu dan Pilpres 2029 mulai menghangat, Gerindra secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk merangkul semua kekuatan politik, termasuk membuka peluang koalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang saat ini berada di luar pemerintahan.
Sinyal kerja sama ini mencuat tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto secara terbuka memuji kinerja Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa partainya tidak menutup kemungkinan untuk berjalan beriringan dengan partai berlambang banteng tersebut pada kontestasi politik 2029 mendatang.
“Gerindra membuka pintu selebar-lebarnya kepada kekuatan politik mana pun dalam konteks 2029 untuk, katakanlah bersama-sama. Apakah nanti dalam konteks Pilpres dan lain sebagainya, Gerindra membuka peluang. Even dengan PDI-P sekalipun,” ujar Sugiat di Jakarta, Kamis (17/9).
Menurut Sugiat, Gerindra selalu menyambut baik kerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki visi misi serupa dalam mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Meski sinyal koalisi mulai digaungkan, Sugiat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI menepis anggapan bahwa kehadiran Presiden Prabowo bersama Pramono Anung dalam peresmian LRT baru-baru ini bermuatan politis.
Ia menegaskan kehadiran Kepala Negara dalam acara tersebut murni untuk menjalankan tugas pemerintahan.
“Jadi tidak bisa ditafsirkan bahwa ada agenda politik di pertemuan tersebut. Itu sebagai sebuah bentuk kerja bersama saja,” tegasnya.
Sugiat juga menambahkan bahwa internal Partai Gerindra saat ini belum melakukan hitung-hitungan politik yang spesifik untuk 2029. Partai yang diketuai oleh Prabowo Subianto itu masih memusatkan seluruh energinya untuk mengawal dan menyukseskan program-program pemerintah.
Spekulasi kedekatan Gerindra dan PDIP ini berawal dari momen hangat saat peresmian LRT. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto tidak segan memberikan apresiasi tinggi terhadap kapasitas Pramono Anung sebagai kepala daerah, meski berasal dari kubu partai yang berbeda.
Prabowo bahkan mengimbau agar kepala daerah dari partai lain menjadikan kinerja yang baik tersebut sebagai contoh.
“Saya harus akui kalau ada gubernur yang hebat, ya saya akui dia hebat…. Walaupun… walaupun bukan dari partai saya,” ucap Prabowo.
