Friday, September 18News That Matters

Ibarat Simalakama, Pengamat Sebut Prabowo Harus Tinggalkan Trah Jokowi Jika Ingin Rangkul PDIP di 2029


Wacana Berita, Jakarta –

Keterbukaan Partai Gerindra untuk menggandeng PDI Perjuangan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 diprediksi tidak akan berjalan dengan mudah.

Baca Juga: Pujian Pak Prabowo ke Pak Pramono, Sinyal Kawin Silang Pilpres? Gerindra: Kami Buka Peluang

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai wacana kerja sama kedua partai besar ini ibarat buah simalakama bagi Prabowo Subianto.

Menurut mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta tersebut, PDIP kemungkinan besar hanya akan menerima tawaran koalisi dengan prasyarat yang sangat berat.

Kunci utamanya adalah menyingkirkan bayang-bayang Joko Widodo (Jokowi) beserta keluarganya dari pusaran kekuasaan Prabowo.

Jamiluddin memetakan ada tiga ganjalan utama yang harus disingkirkan Prabowo jika ingin Gerindra berjalan beriringan dengan PDIP:

Menjaga Jarak dari Gibran Rakabuming Raka: PDIP dinilai tidak akan sudi bergabung jika Prabowo masih berafiliasi dengan Gibran. Bagi partai berlambang banteng tersebut, sosok Gibran dianggap sebagai “anak haram konstitusi”, yang juga menjadi alasan utama PDIP enggan masuk ke dalam koalisi pemerintahan saat ini.

Putus Hubungan dengan Jokowi: Hubungan antara PDIP dan Jokowi dinilai sudah patah arang dan teramat sulit untuk disambung kembali. Prabowo harus berani menjauhi Jokowi secara politis, psikologis, maupun sosiologis agar PDIP bersedia mengubah haluan politiknya.

Menolak Dukungan PSI: Di mata PDIP, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah representasi mutlak dari Jokowi. Jika Prabowo pada 2029 nanti turut menerima dukungan dari PSI, PDIP dipastikan akan menolak kerja sama dan memilih menentukan capres-cawapresnya sendiri.

Prasyarat-prasyarat ini menjadi ujian berat bagi Gerindra. Prabowo pada akhirnya akan dihadapkan pada pilihan politik yang krusial untuk menentukan konstelasi 2029: memilih setia bersama trah Jokowi, atau beralih merangkul Megawati Soekarnoputri dan kekuatan penuh PDIP.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *