
Berita Liga Inggris – Tottenham Hotspur tampaknya melakukan kesalahan besar dalam strategi transfer musim panas mereka. Klub asal London ini menggelontorkan lebih dari £300 juta dengan harapan dapat bertransformasi dari tim papan bawah menjadi penantang kompetisi Eropa di bawah asuhan Roberto De Zerbi. Meski awal musim yang buruk, masih terlalu dini untuk menilai apakah investasi besar ini akan membuahkan hasil.
Performa tim Spurs saat ini belum menunjukkan kekompakan dan efektivitas yang diharapkan. Meski demikian, banyak tim yang sebelumnya berhasil bangkit dari awal musim yang buruk, sehingga musim ini belum bisa sepenuhnya dianggap gagal.
Salah satu kesalahan mencolok yang dibuat Spurs adalah tidak memanfaatkan dana dengan bijak untuk posisi kunci di lini tengah. Setiap tim papan atas membutuhkan gelandang bertahan yang mampu memutus serangan lawan, dan Tottenham mungkin merasa sudah menemukannya dalam diri Sandro Tonali, meski penilaiannya masih belum bisa disimpulkan hingga ia bermain lebih banyak.
Hasil pertandingan Spurs sejauh ini menunjukkan tantangan yang mereka hadapi: kalah 3-0 dari Brentford, menang 5-1 atas Charlton di Carabao Cup, tumbang 0-2 melawan Newcastle United, dan bermain imbang 0-0 dengan Nottingham Forest dan Everton. Mereka juga tersingkir dari Carabao Cup setelah kalah 3-1 dari Liverpool.
Strategi mendapatkan penyerang top yang dapat diandalkan untuk mencetak gol adalah jalan pintas menuju kesuksesan. Meskipun pemain seperti Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Harry Kane mungkin di luar jangkauan, ada opsi lain seperti Ollie Watkins yang meninggalkan Aston Villa, atau Victor Osimhen yang sempat ditawarkan setelah tampil gemilang di Galatasaray. Ivan Toney dan Lautaro Martinez juga sempat menjadi perhatian, sementara Karim Adeyemi kini sukses bersama Barcelona.
Namun, Spurs memilih mendatangkan Omar Marmoush, yang lebih sering bermain sebagai penyerang sayap, dan mengandalkan Dominic Solanke yang masih belum efektif. Richarlison juga tampaknya tidak lagi menjadi pilihan utama.
Walaupun Spurs melakukan beberapa langkah cerdas di bursa transfer, mereka seharusnya menyadari bahwa mendatangkan pencetak gol andal adalah cara tercepat untuk mencapai posisi Eropa. Dalam kenyataannya, sejauh ini mereka gagal mencetak gol di Liga Premier dan kemungkinan tidak akan memiliki pemain yang mampu mencetak lebih dari 12 gol sepanjang musim ini, yang bisa menjadi penyebab utama kegagalan mencapai ambisi Eropa.
Menghabiskan lebih dari £300 juta tanpa ancaman gol yang nyata adalah hal yang mengejutkan di era sepak bola modern, terutama ketika Spurs tidak memiliki kekuatan seperti tim-tim yang bisa mendominasi bola atau menekan lawan dengan efektif. Kebutuhan akan penyerang seperti Osimhen, yang bisa mengubah permainan, tampaknya diabaikan dan bisa jadi sudah membawa dampak negatif.
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/bola/tottenham-lebih-baik-fokus-datangkan-striker-terbaik-dunia-ketimbang-omar-marmoush
