Wednesday, September 16News That Matters

Di Bawah Kevin Warsh The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Pertama Kali Sejak 2023


Wacana Berita, Jakarta –

Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%-4%. Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak Juli 2023, setelah The Fed mempertahankan suku bunga selama sekitar tiga tahun dan kemudian melakukan sejumlah penurunan sebelum keputusan terbaru. 

Keputusan tersebut diambil dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September 2026 dan disetujui secara bulat dengan suara 12-0.

Dalam keputusan terbaru, The Fed yang kini dipimpin Kevin Warsh akhirnya menaikkan suku bunga karena inflasi Amerika Serikat masih berada di level tinggi. Bank sentral AS menilai kenaikan tersebut diperlukan untuk membantu inflasi kembali menuju target 2%.

“Aktivitas ekonomi terus berkembang dengan solid,” ujar The Fed dalam keterangan resminya, Rabu (16/9/2026). 

The Fed menyebut belanja domestik masyarakat masih cukup kuat. Pertumbuhan produktivitas juga dinilai tinggi, sementara investasi modal tetap solid.

Di pasar tenaga kerja, pertumbuhan lapangan kerja masih sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja. Tingkat pengangguran juga disebut hanya mengalami sedikit perubahan.

“Pertumbuhan lapangan kerja masih sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja, sementara tingkat pengangguran hanya mengalami sedikit perubahan,” ujar The Fed.

Namun, inflasi masih menjadi perhatian utama.

“Inflasi masih berada pada level tinggi. Kebijakan hari ini akan mendukung kembalinya inflasi secara lebih cepat menuju target 2%,” ujar The Fed.

Pertama Kali Naik Setelah Sekitar 3 Tahun

Keputusan September 2026 menandai perubahan arah kebijakan The Fed setelah periode panjang tanpa kenaikan suku bunga.

Pada Juli 2023, The Fed menaikkan suku bunga ke kisaran 5,25%-5,5%. Dalam laporan kebijakan moneter Juli 2024, The Fed menyatakan suku bunga telah dipertahankan pada kisaran tersebut sejak pertemuan Juli 2023. 

Dengan demikian, kenaikan pada September 2026 menjadi kenaikan pertama sejak keputusan Juli 2023.

Dalam keputusan terbarunya, The Fed juga menyatakan aktivitas ekonomi masih tumbuh dengan solid meskipun ketidakpastian tetap tinggi, antara lain akibat perkembangan geopolitik.

Bunga Cadangan Bank Naik

Selain suku bunga acuan, Dewan Gubernur The Fed menaikkan tingkat bunga yang dibayarkan kepada bank atas saldo cadangan mereka di The Fed menjadi 3,90%, berlaku mulai 17 September 2026.

The Fed juga mengarahkan operasi pasar terbuka untuk menjaga suku bunga federal funds tetap berada pada kisaran 3,75%-4%.

Untuk operasi repurchase agreement (repo) harian, tingkat bunga ditetapkan sebesar 4%. Sementara itu, tingkat bunga reverse repo ditetapkan sebesar 3,75%, dengan batas transaksi maksimal US$160 miliar per pihak setiap hari.

The Fed juga membuka ruang untuk menambah kepemilikan surat utang pemerintah melalui pembelian Treasury bills dan, jika diperlukan, surat utang dengan sisa jatuh tempo maksimal tiga tahun. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga kecukupan cadangan dalam sistem perbankan.

Dalam keputusan terkait, The Fed juga menaikkan primary credit rate sebesar 25 bps menjadi 4%, berlaku mulai 17 September 2026.

Primary credit rate merupakan suku bunga untuk fasilitas pinjaman langsung The Fed kepada bank.

Kenaikan tersebut juga disetujui secara bulat oleh Dewan Gubernur The Fed.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *