
Banyak pihak menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai semakin aktif melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah di Indonesia.
Pola blusukan yang ia terapkan mengingatkan pada gaya politik ayahnya, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Menanggapi hal itu, Pengamat politik Hendri Satrio menilai langkah ini bukan sekadar aktivitas resmi, melainkan bagian dari strategi membangun modal sosial menjelang kontestasi politik 2029.
Hendri Satrio menganalisis intensitas kunjungan Gibran yang meliputi wilayah bencana, Indonesia Timur, dan kampus-kampus mahasiswa.
Menurutnya, kehadiran fisik langsung di tengah masyarakat menjadi strategi visual yang efektif untuk memperkuat kedekatan dengan rakyat.
“Ini canggih, orang itu seneng didatengin sama pemimpinnya dan orang Indonesia itu enggak enakan, elu main ke rumah gw, masak iya gw enggak milih lu,” kata Hendri dalam chanel 2045 TV.
“Sekarang daripada di Istana ga diajak rapat, gak disuruh ambil keputusan, kemudian sekalinya diajak rapat kursinya ditaruh yang jauh, ya mending gw jalan-jalan,” pungkasnya.
Hendri mencatat setidaknya ada tiga pola utama dalam aktivitas Gibran:
1. Kunjungan ke daerah bencana, ini menunjukkan kepekaan dan respons cepat terhadap permasalahan rakyat.
2. Fokus ke Indonesia Timur, wilayah yang selama ini jarang mendapat perhatian intensif dari pejabat pusat.
3. Interaksi dengan mahasiswa, menyasar kelompok anak muda sebagai basis suara potensial.
“Gaya ini sangat mirip dengan pola Jokowi dulu. Kehadiran fisik di tengah rakyat membangun modal sosial yang sulit digantikan oleh media atau pernyataan resmi saja,” ujar Hendri.
