
Berita Liga Italia: Pelatih AC Milan, Ruben Amorim menilai gaya permainan intensitas tinggi yang mengandalkan kekuatan fisik, tidak cocok dengan karakter Luka Modric.
Luka Modric menuai sorotan usai tampil di luar kebiasaan dalam hasil imbang 2-2 AC Milan melawan Lazio, hingga harus ditarik keluar saat jeda babak pertama ketika Rossoneri tertinggal 2-0.
Ruben Amorim justru mendapat pujian atas 3 pergantian pemain yang dilakukannya saat jeda, termasuk menarik keluar Ruben Loftus-Cheek dan Pervis Estupinan, yang berhasil membalikkan keadaan laga.
Berbicara dalam konferensi pers jelang laga Liga Europa melawan Benfica, seperti dikutip Football Italia, Amorim menjelaskan lebih jauh soal kondisi gelandang veteran asal Kroasia tersebut, dan menegaskan gaya ‘permainan lari’ tidak cocok denganya.
“Agar Luka merasa nyaman dalam permainan, kami butuh periode penguasaan bola yang panjang.” ujar Amorim.
“Saya ingat melihat mungkin 7 kali salah umpan tanpa tekanan berarti, lalu kami kehilangan bola dan permainan berubah jadi permainan lari. Itu bukan gaya permainan yang biasa dimainkan Luka.”
“Karena itu, untuk menurunkan pemain seperti Luka, kami butuh sosok yang sangat mampu mengendalikan bola. Itulah ide di balik penurunan Luka. Kami menginginkan dia di laga dan situasi tertentu.”
“Yang ingin saya sampaikan, seminggu lalu usai laga Juventus, semua orang bilang Moreira belum siap, tampil buruk, dan tidak bisa berbuat apa-apa. Seminggu kemudian, kami menyebutnya sebagai pahlawan Milan. Begitulah sepak bola.”
“Saya tidak akan membuat kesimpulan terburu-buru soal performa Luka. Dia peraih Ballon d’Or, kami tahu nilainya. Luka pemain hebat di tim kami dan akan membantu kami sepanjang musim.”
Artikel Tag: ac milan, luka modric, ruben amorim
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/bola/amorim-permainan-lari-bukan-gaya-yang-cocok-untuk-luka-modric
