
Paddy Donovan semakin dekat dengan kesempatan keduanya untuk merebut gelar juara dunia kelas welter IBF setelah menghentikan Tyrone McKenna di Croke Park, Dublin, pada 5 September lalu.
Petinju asal Limerick berusia 27 tahun itu merupakan penantang wajib bagi juara kelas welter IBF, Liam Paro.
Namun, Donovan memilih tetap bertanding agar kebugarannya terjaga sambil menunggu kepastian jadwal perebutan gelar.
Paddy Donovan tampil meyakinkan di hadapan penonton Croke Park melalui permainan pukulan yang efektif dan terukur.
McKenna, 36 tahun, memang sudah melewati masa terbaiknya, tetapi dikenal sebagai petinju tangguh dan pantang menyerah.
Ia harus menyeret Donovan ke dalam pertarungan jarak dekat untuk membuka peluang menciptakan kejutan besar.
Namun, Donovan tidak memberikan kesempatan tersebut.
Pemilik rekor 16-2 dengan 12 kemenangan knockout itu mengendalikan pertarungan dan secara bertahap membongkar pertahanan McKenna selama hampir empat ronde.
Pertarungan akhirnya dihentikan dokter di sisi ring setelah McKenna mengalami luka cukup serius di atas mata kanannya.
“Betapa luar biasanya penampilan ini, malam yang luar biasa di Croke Park. Malam ini membutuhkan penampilan yang pantas dan saya memberikan apa yang diinginkan penggemar, yakni kemenangan hebat. Gaya bertarung Andy Lee, tenang, rileks, dan saya menyelesaikannya dengan baik,” kata Paddy Donovan kepada DAZN setelah pertarungan.
Kemenangan tersebut membuat Donovan kini dapat sepenuhnya mengarahkan perhatian pada perebutan gelar IBF kelas welter untuk kedua kalinya.
Pada September 2025, Donovan tampil dalam perebutan gelar IBF yang lowong melawan rival lamanya, Lewis Crocker.
Ketika itu, Donovan menjadi favorit besar, tetapi secara mengejutkan dua kali dijatuhkan dan kalah angka di Windsor Park, Belfast.
Meski menelan kekalahan, posisi Donovan dalam peringkat IBF tetap tinggi.
Pada Mei lalu, ia terbang ke Jerman dan mengalahkan Karen Chukhadzhian dalam pertarungan 12 ronde yang berlangsung ketat untuk menjadi penantang wajib baru IBF.
Sebulan kemudian, Paro asal Australia mengalahkan Crocker melalui keputusan juri untuk merebut gelar kelas welter.
Paro diperkirakan akan lebih dulu menjalani pertahanan sukarela atas gelar barunya. Namun, Donovan yakin dirinya akan berhasil jika mendapat kesempatan menghadapi Paro.
“Anda bisa melihat bahwa setiap penampilan di bawah bimbingan Andy Lee dan tim saya, saya terus menjadi lebih baik. Saya merasa sekarang waktunya menjadi juara dunia. Liam Paro memiliki sabuknya dan saya menginginkannya,” ujar Donovan.
“Saya siap melawan siapa pun. Saya sudah membuktikan diri untuk menjadi juara dunia, jadi ayo lakukan. Mari wujudkan pertarungan ini.”
Jika pertarungan digelar di Australia, Donovan kemungkinan harus menempuh perjalanan panjang seperti Crocker. Namun, ia tidak mempermasalahkannya.
“Saya percaya diri bisa mengalahkan setiap petinju kelas welter di dunia. Saat ini saya sedang dalam performa terbaik, jadi ayo kita lakukan. Di mana saja, kapan saja,” katanya.
Artikel Tag: liam paro
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/tinju/paddy-donovan-siap-bertarung-di-mana-saja-demi-gelar-ibf
