
Pelayanan pertanahan di Kantor Pertanahan (Kantah) atau BPN Kota Tangerang tetap berjalan normal sehari setelah Kepala Kantah BPN Kota Tangerang, Tardi, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aktivitas pelayanan di kantor tersebut pada Selasa (15/9/2026) siang masih berlangsung seperti hari kerja pada umumnya.
Meski aktivitas pelayanan tetap berjalan, belum ada pihak dari Kantor Pertanahan Kota Tangerang yang dapat dimintai keterangan lebih lanjut terkait OTT yang menyeret Tardi. Kepala Kantah BPN Kota Tangerang tersebut terjaring OTT KPK pada Senin (14/9/2026).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan Tardi menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. “Di antaranya Dirjen di lingkungan Kementerian ATR/BPN, kemudian Kepala Kantah di Kabupaten Bogor, dan juga Kepala Kantah di Tangerang, serta beberapa pihak lainnya,” kata Budi di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (14/9/2026).
OTT tersebut berkaitan dengan dugaan suap dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) serta indikasi penerimaan lainnya di wilayah Jabodetabek. KPK sebelumnya menyatakan telah mengamankan 17 orang dalam operasi tangkap tangan tersebut.
Baca Juga: Nusron Wahid Absen Rapat DPR Sehari Usai OTT KPK, Ahmad Doli Buka Suara
“Di mana dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah 17 orang,” kata Budi. KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang diamankan untuk menentukan status hukum masing-masing.
Hingga Selasa (15/9/2026), pelayanan di Kantah BPN Kota Tangerang tetap berlangsung meski kepala kantornya menjadi salah satu pihak yang diamankan KPK. Sementara itu, perkembangan mengenai status hukum Tardi dan pihak lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan KPK.
