
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan industri pinjaman daring (pindar) mulai tumbuh ke luar Jawa meskipun konsentrasi masih berada di Pulau Jawa dengan porsi 68,94% dari total outstanding.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan bahwa kenaikan pembiayaan industri ke luar Jawa sebesar 29,06% secara tahunan (yoy) menjadi Rp32,81 triliun adalah perkembangan yang bagus dan merupakan bagian dari upaya pemerataan akses pembiayaan sesuai arah Roadmap Pindar 2023–2028.
“Pada Juli 2026, pembiayaan industri Pindar ke luar Jawa tumbuh 29,06% yoy menjadi Rp32,81 triliun,” kata Agusman dalam lembar jawaban tertulis, Rabu (16/9/2026).
Tercatat, pertumbuhan tertinggi terdapat di beberapa provinsi seperti di kawasan Papua Pegunungan mencatat pertumbuhan 85,77%, disusul Papua Tengah 77,76% dan Papua Selatan 69,14% pada Juli 2026.
Meski demikian, ekspansi pembiayaan ke luar Jawa menghadapi sejumlah tantangan. OJK menyoroti perbedaan karakteristik serta kondisi perekonomian setiap wilayah sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan penyelenggara Pindar.
Baca Juga: Pemain Pindar Susut Jadi 94, OJK Ungkap Biang Keroknya
Baca Juga: Rugikan Peminjam, Skema Tadpole Pindar jadi Sorotan
Baca Juga: Pembiayaan Pinjol Tembus Rp105,63 Triliun, AFPI Peringatkan Risiko Gagal Bayar Makin Besar
Selain kondisi ekonomi daerah, kualitas data calon Penerima Dana juga menjadi tantangan dalam memperluas penyaluran. Ketersediaan dan kualitas data menjadi bagian penting dalam proses penilaian calon penerima pembiayaan.
“Tantangan yang perlu menjadi perhatian antara lain karakteristik dan kondisi perekonomian di masing-masing wilayah, serta kualitas data calon Penerima Dana,” ujarnya.
