Wednesday, September 16News That Matters

Kalteng Kaya Batu Bara Tapi Krisis Listrik, DPR Minta UID PLN Dipisah dari Kalsel


Wacana Berita, Jakarta –

Anggota Komisi XII DPR RI, Sigit Karyawan Yunianto, mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar memisahkan Unit Induk Distribusi Kalimantan Tengah dan Selatan (UID Kalselteng).

Hal itu dilakukan agar Kalimantan Tengah sebagai salah satu pusat penghasil batu bara terbesar di RI memperoleh keandalan listrik yang lebih baik dari saat ini.

“Kalimantan Tengah memiliki sumber daya yang berlimpah tetapi pembangkitnya sedikit karena disuplai dari provinsi lain. Kami minta ada pemotongan dependensi dan mendorong agar Kalimantan Tengah memiliki Unit Induk Distribusi (UID) PLN sendiri yang berdiri sendiri dari Kalsel,” tegas Sigit dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (16/9/2026).

Usulan tersebut ditanggapi langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Bahlil bilang aspirasi tersebut bakal dibahas bersama PT PLN (Persero) di hari ini.

“Sore ini kami menggelar rapat terbatas dengan PLN dan saya akan menyalurkan aspirasi agar Kalteng dibuat wilayah tersendiri,” jawab Bahlil.

Sebagaimana diketahui, Kalteng Alami gelombang pemadaman listrik bergilir (byar-pet) yang memicu keluhan luas dari masyarakat, terutama di Kota Palangka Raya, Kotawaringin Barat, dan Kotawaringin Timur. 

Masalah keandalan sistem ini telah berlangsung sejak akhir Juli 2026, hingga kembali memuncak pada pertengahan September 2026 di tengah kondisi cuaca panas dan ancaman kabut asap akibat karhutla.

Pada 29–30 Juli 2026, PLN UID Kalselteng sempat mengumumkan adanya gangguan sistem kelistrikan dan mengupayakan pemulihan secara bertahap. 

Namun, gangguan kembali terjadi pada Minggu (13/9/2026) hingga menyebabkan pemadaman bergilir di Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekitarnya.

Kondisi tersebut berlanjut pada Senin (14/9/2026), ketika PLN ULP Palangka Raya terpaksa memberlakukan jadwal penghentian aliran listrik sementara yang dibagi ke dalam 3 sesi (12.00–15.00 WIB, 15.00–18.00 WIB, dan 18.00–21.00 WIB) di kawasan Palangka Raya Barat.

Baca Juga: Keandalan PLTA Terganggu Elnino, Bahlil dan PLN Cari Jalan Keluar

Baca Juga: El Nino Goyang Listrik Sulbagsel, PLN Sebut Baru Pulih Akhir September

Pihak PLN menjelaskan pemadaman terjadi akibat gangguan teknis dan pemeliharaan darurat pada 4 unit pembangkit utama yang menopang sistem interkoneksi Kalselteng-Kaltim. 

Hal itu memicu defisit daya sehingga pemadaman bergilir terpaksa dilakukan demi mencegah kerusakan sistem secara menyeluruh (total blackout).

Selain persoalan ketergantungan pasokan daya, infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil juga masih belum rampung. Salah satu contohnya berada di Dukuh Manggana (jalur Pembuang Hulu–Bahaur–Manggana), di mana tiang listrik PLN sudah lama berdiri namun kabel jaringannya belum juga tersambung.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *