
WACANA BERITA – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, mendorong Masjid Agung Bandung tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat mengunjungi Masjid Agung Bandung, Selasa (16/6/2026), didampingi Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Menurut Jusuf Kalla, selama ini pembahasan mengenai kemakmuran masjid lebih banyak berfokus pada bagaimana jamaah memakmurkan rumah ibadah. Padahal, masjid juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
“Selama ini kita sering berbicara tentang memakmurkan masjid. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana masjid juga mampu memakmurkan jamaahnya,” ujar Jusuf Kalla.
Ia menegaskan, kemakmuran masjid tidak diukur dari megahnya bangunan semata, melainkan dari hidupnya aktivitas yang mampu menjawab kebutuhan umat. Karena itu, masjid perlu mengambil peran lebih besar sebagai pusat pembinaan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Jusuf Kalla juga mengapresiasi sejarah panjang Masjid Agung Bandung yang telah berdiri selama lebih dari dua abad. Menurutnya, masjid bersejarah tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat peradaban Islam di tengah perkembangan Kota Bandung yang semakin pesat.
“Masjid Agung sudah berdiri lebih dari dua abad. Mudah-mudahan Masjid Agung bisa terus berkembang di tengah pesatnya kemajuan zaman,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut baik gagasan tersebut. Ia menyebut kunjungan Jusuf Kalla menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali peran strategis Masjid Agung Bandung di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, Masjid Agung Kota Bandung kembali diramaikan oleh kehadiran Ketua Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla. Ini menjadi momentum yang akan terus kami gulirkan bersama Nazir Masjid Agung agar masjid ini selalu makmur dengan berbagai kegiatan,” ujar Farhan.
Farhan mengungkapkan, pengelola Masjid Agung Bandung akan menyusun berbagai program yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, konsep masjid yang mampu memakmurkan jamaah sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bandung dalam memperkuat fungsi sosial keagamaan di tengah masyarakat perkotaan.
“Pesan dari Pak Jusuf Kalla tadi sangat penting, yaitu tidak hanya warga yang memakmurkan masjid, tetapi masjid juga harus mampu memakmurkan warga. Insyaallah, ke depan Nazir Masjid Agung akan menyusun berbagai program untuk mewujudkan hal tersebut,” tuturnya.
Farhan memastikan Pemerintah Kota Bandung siap mendukung berbagai program yang akan dijalankan pengelola Masjid Agung Bandung, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Kami siap mendukung penuh berbagai program yang digagas oleh Masjid Agung agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” katanya.
Dengan gagasan tersebut, Masjid Agung Bandung diharapkan tidak hanya menjadi pusat syiar Islam, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai pusat pendidikan, pembinaan generasi muda, pemberdayaan ekonomi umat, hingga penguatan solidaritas sosial masyarakat Kota Bandung.
