
WACANA BERITA – Media sosial diramaikan dengan polemik yang melibatkan akun menfess kampus ITBFess di platform X setelah unggahan bernada provokatif terkait pendukung Persib Bandung atau Bobotoh menjadi viral. Di tengah sorotan publik, akun tersebut kini diketahui sudah tidak dapat diakses.
Momen tersebut pertama kali ramai diperbincangkan setelah akun @mengsans mengunggah rekaman layar pada 24 Mei 2026. Polemik bermula dari unggahan yang menyoroti aksi vandalisme pada tugu masuk Institut Teknologi Bandung (ITB) usai konvoi Bobotoh pada 24 Mei 2026.
Namun, pembahasan kemudian berkembang hingga memunculkan narasi provokatif yang menyebut Bobotoh sebagai “hama” serta disertai ujaran bernuansa rasis. Situasi itu memicu berbagai reaksi dari kalangan Bobotoh dan menyeret nama ITB karena akun tersebut lekat dengan lingkungan kampus.
Menanggapi hal tersebut, Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul di tengah masyarakat.
“Saya mohon maaf sekali bahwa telah terjadi kegaduhan yang sudah disampaikan di media sosial. Kita tahu bahwa kehidupan di media sosial ini kadang-kadang kemudian bergulir menjadi bola salju yang besar dan berdampak pada kerukunan,” ujarnya dalam keterangan video instagram @ditmawa.itb Selasa (26/5/2026).
Dalam pertemuan bersama perwakilan Bobotoh, Tatacipta menegaskan tidak ada niatan dari keluarga besar ITB untuk membenturkan kampus dengan para pendukung Persib Bandung.
“Kami sama sekali tidak membenarkan dan menyesalkan, bahkan mengutuk pernyataan-pernyataan yang sifatnya provokatif, menghasut, memecah belah,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pihak kampus tidak membenarkan isi unggahan tersebut dan menyatakan tindakan tersebut tidak sesuai dengan nilai akademik.
“Itu semua sebetulnya bukan ciri-ciri dari budaya akademik yang beradab. Kita ini adalah satu keluarga besar dan mari kita sama-sama membuat Kota Bandung ini kota yang aman, yang kondusif, yang kita saling jaga baik-baik, dan kita bisa hidup bersama dengan tenang, dengan senang,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Viking Persib Club Tobias Ginanjar mengimbau masyarakat, khususnya Bobotoh, untuk tidak terpancing oleh narasi yang dibuat pihak tidak bertanggung jawab.
“Ternyata Pak Rektor juga Bobotoh, Pak Wakil Rektor juga Bobotoh, Pak Dekan Bobotoh juga. Jadi kalau ada narasi yang menyebut bahwa ITB anti Bobotoh itu tidak benar,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap sikap ITB yang akan mengambil langkah sesuai aturan internal kampus.
“Kami sama-sama sepakat bahwa tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan dan Pak Rektor menyampaikan bahwa sebelum kita bertemu juga sudah akan dilakukan tindakan tegas sesuai aturan internal yang berlaku,” Pungkasnya
