
WACANA BERITA – Proses pengalihan layanan angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang resmi mulai diberlakukan, Selasa (26/5/2026). Kebijakan ini dilakukan seiring rencana alih fungsi Terminal Cicaheum menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya.
Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat mengatakan sebagian besar perusahaan otobus (PO) kini telah mulai beroperasi dari Terminal Leuwipanjang. Berdasarkan hasil pendataan sementara, sekitar 80 persen armada telah masuk dan menjalankan layanan dari terminal tersebut.
“Beberapa AKAP ke Terminal Leuwipanjang sudah diintegrasikan. Sebelumnya tanggal 25 ada surat edaran untuk pengalihan armada Cicaheum ke Leuwipanjang dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Jakarta,” ujar Asep, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, proses sosialisasi sebenarnya telah dilakukan sejak jauh hari. Bahkan sejumlah operator bus telah melakukan uji coba operasional sebelum kebijakan resmi diterapkan.
“Seperti Gunung Harta, Sugeng Rahayu, Budiman. Nah sekarang sudah 80 persen masuk ke sini,” katanya.
Meski demikian, masih terdapat sekitar 20 persen armada yang belum bergabung karena masih menyesuaikan administrasi dan kelengkapan dokumen operasional.
“Nah, yang 20 persen belum masuk karena menyesuaikan aturan di sini. Surat-surat kendaraan harus lengkap, izin-izinnya harus berlaku. Di sini ada SOP-nya,” ucapnya.
Pihak terminal menegaskan tidak akan menerima armada yang belum memenuhi syarat administrasi, terutama untuk menjamin keselamatan perjalanan jarak jauh.
“Kalau tidak lengkap administrasi, kami enggak mau menerima. Takut terjadi apa-apa, apalagi ini perjalanan jarak jauh,” tegas Asep.
Sementara itu, Kepala Terminal Cicaheum Asep Supriyadi menyebutkan pengalihan layanan mulai berjalan penuh sejak hari ini. Meski operasional reguler dihentikan, armada masih diperbolehkan mengambil penumpang yang sebelumnya telah memesan tiket dari Terminal Cicaheum.
“Kami juga di sini terus-terusan bersosialisasi baik lewat pengeras suara untuk penumpang armada. Jadi per hari ini, seluruh armada AKAP maupun AKDP, pelayanannya sudah dialihkan ke Leuwipanjang,” kata Asep Supriyadi.
Ia berharap kebijakan tersebut mendapat dukungan masyarakat karena selain mendukung pembangunan BRT Bandung Raya, langkah itu juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Kota Bandung.
“Jadi imbauan kami, karena Terminal Cicaheum ini mau dijadikan depo, kami minta dukungan penuh demi kebaikan kita semua. Mudah-mudahan dengan beralihnya nanti ke Terminal Leuwipanjang, itu bisa mengurangi kemacetan di wilayah Bandung,” pungkasnya.
