Wednesday, September 16News That Matters

Sorotan Titik Sampah di Kota Bandung, Farhan Minta Tak Ada Lagi Pembiaran


WACANA BERITA – Persoalan titik-titik sampah di Kota Bandung masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan tidak boleh ada lagi pembiaran terhadap penumpukan sampah yang tersebar di sejumlah wilayah kota.

Komitmen tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis Farhan yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung, Asep Cucu Cahyadi, saat Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin, 18 Mei 2026.

Farhan mengungkapkan, hingga saat ini masih ditemukan berbagai titik sampah yang menjadi keluhan masyarakat. Beberapa lokasi bahkan mengalami penumpukan, mulai dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan Cijambe hingga wilayah Tamansari, yang dinilai memerlukan penanganan lebih serius dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan titik-titik sampah liar tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berdampak terhadap kenyamanan warga dan lingkungan sekitar. Karena itu, seluruh jajaran kewilayahan diminta aktif turun tangan menangani persoalan tersebut.

“Saya tegaskan persoalan sampah bukan hanya urusan pemerintah setempat, tetapi tanggung jawab kita bersama. Camat, lurah, kewilayahan hingga seluruh perangkat daerah harus hadir dalam upaya menjaga kebersihan kota,” katanya.

Farhan secara khusus menyoroti masih adanya lokasi-lokasi yang dipenuhi sampah tanpa penanganan maksimal. Ia meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat agar titik-titik sampah liar tidak semakin meluas dan menjadi persoalan kronis di Kota Bandung.

“Saya tidak ingin ada pembiaran terhadap titik-titik sampah liar yang merusak wajah Kota Bandung dan mengganggu kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Di tengah masih banyaknya persoalan sampah, Farhan menilai sejumlah wilayah telah menunjukkan hasil positif dalam pengelolaan limbah. Salah satunya di kawasan Pasar Caringin, yang dinilai berhasil mengelola sampah menjadi potensi ekonomi dan solusi lingkungan hingga mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bisa menjadi contoh dalam menangani persoalan titik sampah di wilayah lain di Kota Bandung melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.

“Ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak berkolaborasi maka solusi ini dapat diwujudkan,” pungkasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *