
WACANA BERITA – Instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar Kota Bandung tampil kinclong, bersih, dan tertata dinilai menjadi sindiran keras terhadap kinerja Pemerintah Kota Bandung. Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Andri Gunawan menilai pemerintah kota masih lamban menangani persoalan infrastruktur dasar yang dikeluhkan masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Kota Bandung tampil kinclong, bersih, dan tertata. Permintaan itu disampaikan Dedi dalam pidato penutup Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026).
“Bandung urang kinclongkeun. Teu kenging aya jalan nu renjul, teu kenging aya trotoar nu kotor, teu kenging aya saluran air nu mampet. Warga Bandung urang bungahkeun,” tegas Dedi Mulyadi.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Andri Gunawan menilai instruksi gubernur menjadi sindiran keras terhadap kinerja Pemerintah Kota Bandung yang dianggap lamban menangani persoalan infrastruktur dasar.
“Seolah-olah gubernur merangkap jadi wali kota. Itu bukti pemerintah kota tidak responsif, tidak gercep, dan tidak berempati terhadap situasi memprihatinkan di masyarakat,” ujar Andri, Minggu (17/5/2026).
Ia mengungkapkan masih banyak persoalan infrastruktur yang belum tertangani, termasuk jalan bergelombang di sekitar Balai Kota Bandung yang disebut telah dibiarkan rusak lebih dari satu tahun.
“Kok bisa-bisanya jalan di pusat kekuasaan dibiarkan begitu? Ini bukti nyata pemerintah kota lamban bekerja,” tegasnya.
Selain jalan rusak, Andri juga menyoroti sistem drainase yang dinilai buruk sehingga masih menyebabkan genangan saat hujan deras. Ia juga mengkritik masih banyaknya ruas jalan yang gelap pada malam hari akibat minim penerangan.
Menurut Andri, alasan keterbatasan anggaran yang kerap disampaikan pemerintah kota tidak lagi relevan. Ia menilai penggunaan anggaran belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat.
“Anggaran untuk seminar, FGD, peresmian ada. Tapi untuk jalan mulus, lampu terang, trotoar rapi, katanya tidak ada. Itu alasan yang tidak bisa dibenarkan,” kritiknya.
Andri juga menyinggung evaluasi yang sebelumnya viral di YouTube ketika Gubernur Jawa Barat memanggil Wali Kota Bandung, Sekda, dan Kepala Bappeda ke Gedung Sate.
“Itu sudah menjadi peringatan keras. Kalau pemerintah kota tidak segera berbenah, maka wajah Bandung akan terus dipermalukan di forum terbuka,” katanya.
Meski menyampaikan kritik keras, Andri memastikan DPRD Kota Bandung tetap mendukung apabila pemerintah kota serius melakukan pembenahan untuk kepentingan masyarakat.
“Kalau ada pengajuan perubahan anggaran untuk kepentingan masyarakat, kami sangat mendukung. Tapi kalau bekerjanya begini terus, mau dipuji di sebelah mananya?” tutupnya.
