Saturday, September 26News That Matters

KAI Bandung Catat 20 Kejadian KA Tertemper di Awal 2026


WACANA BERITA –KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat 20 kejadian kereta api (KA) tertemper sepanjang Triwulan I-2026. Insiden tersebut terdiri dari 14 kasus KA tertemper orang di jalur, 3 kejadian melibatkan kendaraan roda dua di perlintasan sebidang, 2 kejadian temperan dengan kendaraan roda empat di jalur, serta 1 kejadian dengan kendaraan roda dua di jalur.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyebut mayoritas insiden dipicu rendahnya disiplin masyarakat saat berada di sekitar jalur rel maupun perlintasan. Ia menegaskan, perlintasan sebidang merupakan titik rawan karena mempertemukan perjalanan kereta api dengan pengguna jalan.

“Karena itu kami mengimbau masyarakat agar selalu berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan tidak ada kereta api yang melintas, serta mematuhi rambu-rambu dan instruksi petugas penjaga perlintasan,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

KRISIS SAMPAH KOTA BANDUNG! TPS ‘LIAR’ Turangga Membeludak, Bukti Nyata Lemahnya Pengawasan Pemkot

Sementara itu, sepanjang 2025, KAI Daop 2 Bandung mencatat 65 kejadian temperan, dengan rincian 51 kasus melibatkan orang di jalur, 11 kendaraan roda dua di perlintasan, dan 3 kendaraan roda empat di perlintasan.

Kuswardojo menyebutkan, di wilayah Daop 2 Bandung sendiri terdapat 342 perlintasan sebidang. Dari jumlah itu, 115 perlintasan sudah dilengkapi palang pintu, rambu, pos penjagaan, serta dioperasikan petugas bersertifikat.

Sementara sisanya masih berupa perlintasan tidak dijaga yang tersebar di berbagai daerah. Kondisi ini turut meningkatkan potensi kecelakaan jika tidak diimbangi kepatuhan pengguna jalan.

“Sesuai undang-undang saat terdengar bunyi sirine dan atau palang pintu perlintasan yang begerak menutup, maka semua pengendara wajib berhenti untuk mendahulukan perjalanan kereta api,” lanjut Kuswardojo.

Ia juga mengingatkan bahwa jalur rel bukan ruang publik untuk aktivitas selain operasional kereta api. Pihaknya masih menemukan warga yang berjalan, berhenti, hingga menempatkan kendaraan di sekitar rel.

“Hal tersebut sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Untuk menekan angka kecelakaan, menurutnya, KAI Daop 2 Bandung menggencarkan sosialisasi keselamatan bersama berbagai komunitas pecinta kereta api dan pemangku kepentingan. Edukasi dilakukan melalui kampanye di perlintasan, sekolah, hingga lingkungan warga sekitar jalur rel.

KAI menekankan keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diminta mematuhi rambu, mendahulukan perjalanan kereta api, serta tidak beraktivitas di jalur rel agar perjalanan tetap aman dan lancar.

“Kami berharap melalui berbagai kegiatan edukasi ini, kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk tertib berlalu lintas di perlintasan sebidang dan tidak melakukan aktivitas apa pun di jalur rel. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” beber Kuswardojo.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *