
Sejak menangani Persib pada pekan keenam Liga 1 2023/2024, Hodak telah mengumpulkan 199 poin dari 94 pertandingan. Rinciannya, 57 kemenangan, 28 hasil imbang, dan 9 kekalahan.
Sementara itu, Indra Tohir mengoleksi 200 poin selama menukangi Persib dalam beberapa periode, yakni Liga Indonesia 1994/1995, 1999–2001, dan 2005, dengan catatan 58 kemenangan, 26 imbang, dan 29 kekalahan.
Eko Maung Yakin Persib Sikat Gelar! Kans Hattrick Makin Nyata, Rival Mulai Tersandung
Menanggapi peluang tersebut, Hodak mengaku tidak terbebani. Ia justru menilai pencapaian itu sebagai hal positif dan membanggakan.
“Saya tidak merasa tertekan. Ini hal yang bagus dan menyenangkan. Rekor apa pun tentu baik,” ujar Hodak.
Ia menilai, melampaui catatan Indra Tohir bukan sekadar soal angka, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sosok pelatih yang telah memberikan kontribusi besar bagi Persib, termasuk mempersembahkan gelar juara di era Liga Indonesia.
“Mencapai itu berarti penting, karena beliau melatih di sini bertahun-tahun dengan hasil luar biasa. Melampaui beliau tidak mudah, jadi ini akan menjadi pencapaian yang bagus,” tambahnya.
Saat ini, Persib tengah memimpin klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan raihan 64 poin dari 27 pertandingan. Peluang Hodak untuk memecahkan rekor terbuka lebar saat Persib menghadapi Dewa United pada laga tandang, Senin (20/4/2026).
Jika mampu meraih hasil imbang saja, Hodak akan menyamai rekor tersebut. Namun, kemenangan akan memastikan namanya tercatat sebagai pelatih dengan perolehan poin terbanyak dalam sejarah Persib di era Liga Indonesia.
