
WACANA BERITA –Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Tedy Rusmawan, melontarkan kritik keras terhadap penanganan banjir di Bandung Raya yang dinilai tak kunjung tuntas. Ia mendesak pemerintah agar menjadikan persoalan banjir sebagai prioritas utama dalam perencanaan pembangunan tahun 2027.
Menurut Tedy, banjir yang terus berulang dari tahun ke tahun menunjukkan lemahnya koordinasi lintas sektor dan wilayah. Kondisi ini membuat penanganan berjalan setengah hati dan tidak menyentuh akar masalah.
“Saya sudah menyampaikan ke berbagai pihak, terkait masalah banjir yang menahun di Bandung Raya. Selain sampah, banjir harus menjadi isu krusial yang ditangani serius dan terintegrasi,” ujarnya, Jumat 17 April 2026.
Ia menilai, hingga saat ini belum terlihat langkah konkret yang benar-benar mampu menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh. Pemerintah provinsi, kata dia, seharusnya mengambil peran strategis sebagai penghubung antarinstansi, bukan justru membiarkan penanganan berjalan parsial dan terfragmentasi.
Kompleksitas kewenangan antara pemerintah daerah hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) justru kerap dijadikan alasan, bukan solusi. Padahal, menurut Tedy, persoalan tersebut hanya bisa diatasi dengan koordinasi yang kuat dan kepemimpinan yang tegas.
Ia pun membeberkan sejumlah titik rawan banjir yang hingga kini masih menjadi langganan genangan, seperti kawasan Leuwipanjang, perempatan Mohammad Toha, hingga Samsat Soekarno-Hatta di Kota Bandung. Tak hanya itu, kawasan Sapan di Kabupaten Bandung juga masih kerap terendam setiap kali hujan turun.
“Provinsi harus mampu mengomunikasikan penyelesaian lintas kewenangan. Kolaborasi lintas wilayah mutlak diperlukan agar penanganan banjir tidak lagi sektoral dan sporadis,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Tedy kembali menegaskan agar pemerintah tidak lagi menunda-nunda. Ia mendesak penanganan banjir benar-benar dijadikan prioritas pembangunan daerah tahun 2027, dengan penguatan koordinasi lintas sektoral dan wilayah, agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban banjir yang sama setiap tahunnya.
