Tuesday, September 22News That Matters

Pasokan LPG 3 Kg di Garut Dipastikan Aman, Warga Diminta Laporkan Jika Harga Melambung


WACANA BERITAIsu kenaikan harga gas LPG bersubsidi 3 kilogram di Kabupaten Garut memicu kepanikan di tengah masyarakat dan berdampak pada kelangkaan di sejumlah wilayah. Akibatnya, harga jual di tingkat pengecer dilaporkan melonjak hingga mencapai Rp35.000 per tabung di beberapa kecamatan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut, Ridwan Efendi, memastikan bahwa pasokan LPG 3 kilogram dalam kondisi aman, bahkan cenderung mencukupi pasca Idulfitri.

Ridwan menyebutkan, berdasarkan informasi dari Pertamina, telah dilakukan penambahan pasokan sebanyak 67.200 tabung pada 22 dan 25 April 2026 untuk mengantisipasi lonjakan harga di masyarakat.

Bupati Garut Buka Kejurda Voli U-18 Jabar, Dorong Sport Tourism dan Jaminan Atlet

“Berdasarkan rencana dari Pertamina, setelah Idulfitri ada penambahan pasokan sebanyak 67.200 tabung. Ini untuk memastikan ketersediaan LPG tetap aman di masyarakat,” ujar Ridwan, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, Pertamina juga telah menyusun jadwal distribusi serta melakukan pemetaan kebutuhan riil di setiap desa dan kecamatan guna menekan potensi kelangkaan.

“Pertamina sudah memiliki jadwal distribusi, baik sebelum maupun setelah Idulfitri. Selain itu, dilakukan pemetaan kebutuhan di lapangan agar distribusi lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Menurut Ridwan, secara umum pasokan LPG tidak mengalami gangguan. Namun, peningkatan konsumsi rumah tangga menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya kelangkaan di lapangan.

“Kalau bicara pasokan, sebenarnya normal bahkan cukup besar. Hanya saja, ada peningkatan penggunaan di tingkat rumah tangga,” tegasnya.

Terkait dugaan penimbunan, Ridwan menilai hal tersebut kecil kemungkinan terjadi karena membutuhkan biaya besar, terutama untuk penyediaan tabung.

“Penimbunan LPG relatif sulit dilakukan karena membutuhkan banyak tabung dan biaya besar. Berbeda dengan minyak tanah yang lebih mudah disimpan,” katanya.

Ia menambahkan, fenomena yang terjadi lebih kepada peningkatan konsumsi atau panic buying di masyarakat. Dalam kondisi normal, satu rumah tangga memiliki kuota sekitar 10 tabung per bulan. Namun, dalam situasi saat ini, kuota tersebut kerap habis sebelum waktunya.

“Ini lebih kepada panic buying. Ada rumah tangga yang menghabiskan kuota sebelum satu bulan,” ungkap Ridwan.

Disperindag Garut terus melakukan pemantauan di lapangan dan mencatat kondisi mulai berangsur normal, baik dari sisi ketersediaan maupun harga.

Meski demikian, Ridwan mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan praktik penjualan LPG dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Kalau ada yang menjual di atas Rp30.000, mohon segera dilaporkan. Kalau perlu difoto sebagai bukti,” imbaunya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya tanpa didukung data.

“Silakan laporkan dengan bukti, agar tidak ada rumor yang berkembang tanpa dasar,” pungkasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *