
WACANA BERITA – Pengelola Terminal Tipe A Cicaheum, Kota Bandung, mulai mengalihkan sejumlah trayek bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) secara bertahap ke Terminal Leuwipanjang. Kebijakan ini merupakan bagian dari program Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang tengah dicanangkan pemerintah.
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, mengatakan pengalihan trayek sudah mulai dilakukan, meski belum seluruhnya berpindah.
“Sebagian sudah beralih, seperti Sugeng Rahayu, Budiman, Eka, Gunung Harta, dan Sinar Jaya. Namun belum seluruhnya,” ujar Asep saat ditemui di Bandung, Kamis.
Ia menjelaskan, pengelola terminal mendukung penuh kebijakan tersebut sebagai langkah penataan sistem transportasi di Kota Bandung, sekaligus mendorong integrasi layanan angkutan massal.
Ke depan, Terminal Cicaheum direncanakan akan difungsikan sebagai depo BRT guna menunjang operasional transportasi massal di kawasan Bandung Raya.
Asep berharap, kehadiran BRT dapat menjadi solusi dalam mengurangi kemacetan serta menekan tingkat polusi udara di Kota Bandung.
“Harapannya masyarakat bisa beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal,” katanya.
Meski proses pengalihan trayek mulai berjalan, operasional Terminal Cicaheum hingga kini masih berlangsung normal. Pihak pengelola juga masih menunggu sosialisasi resmi lanjutan dari pemerintah daerah.
“Saat ini, dari total 36 trayek yang tersedia, baru sebagian yang mulai dialihkan ke Terminal Leuwipanjang,” pungkasnya.
