Saturday, September 19News That Matters

Struktur Insan dan Jadwal Buka Puasa Bandung 5 Maret 2026


WACANA BERITA – Kamis, 5 Maret 2026. Hari ini kita sampai di Nishfu . Dalam hitungan kalender, kita berada di puncak bukit; setengah bulan telah terlewati, dan setengahnya lagi menanti.

Di Kota Bandung, Kamis sore biasanya mulai transisi menuju akhir pekan yang santai. Namun bagi seorang pejalan batin (salik), ini adalah waktu untuk beralih dari sekadar berpuasa secara fisik menuju puasa yang menyentuh struktur terdalam kemanusiaan kita.

Jadwal Buka Puasa 15 Ramadhan 1447 H (Bandung & Sekitarnya)

Penanda syukur di titik tengah perjalanan Anda:

Ibadah

Waktu (WIB)

18.14

Isya

19.21

Imsak (Sabtu, 7 Mar)

04.28

Subuh (Sabtu, 7 Mar)

04.38

Pukul 18.14 WIB nanti, saat lampion-lampion kota mulai menyala, mari kita nyalakan juga pelita di dalam dada.

Tasawuf Ringan: Struktur Insan

Dalam ajaran suluk, manusia tidaklah tunggal. Kita terdiri dari lapisan-lapisan yang saling mengunci. Mengenal struktur ini akan membantu kita memahami mengapa kadang kita merasa semangat, namun di lain waktu merasa sangat kering.

  1. Jasad (Tubuh Fisik): Ini adalah lapisan terluar. Ia yang merasakan lapar dan haus. Puasanya adalah berhenti makan dan minum.

  2. Nafsu (Jiwa Rendah): Ia adalah penggerak keinginan. Puasanya adalah menahan diri dari “marah”, “pamer”, dan “ingin menang sendiri”.

  3. Qalb (Hati): Inilah pusat komando. Hati yang berpuasa adalah hati yang sibuk dengan mengingat-Nya (Dzikr), sehingga tidak ada ruang bagi rasa benci atau iri.

  4. Ruh (Inti Spiritual): Lapisan terdalam yang rindu pada asalnya. Puasanya ruh adalah melepaskan ketergantungan pada selain Tuhan.

Tuhan berfirman tentang keseimbangan ini:

“Maka apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya (manusia) dan Aku tiupkan roh-Ku ke dalamnya…” (QS. Al-Hijr: 29)

Ramadhan adalah proses mengkalibrasi keempat lapisan ini agar kembali sinkron. Jika hanya jasad yang berpuasa, kita hanyalah robot yang kelaparan.

Tips Memeriksa “Kesehatan” Struktur Batin

Di titik tengah ini, mari lakukan diagnosa mandiri terhadap lapisan batin kita:

  • Cek Dominasi: Hari ini, mana yang lebih berisik di dalam kepalamu? Apakah keinginan jasad (makanan enak saat buka), atau keinginan batin (rasa tenang)? Mengenali siapa yang paling dominan membantu kita untuk kembali menyetel prioritas.

  • Latihan “Mati Sejenak”: Luangkan waktu 5 menit setelah ashar untuk duduk diam. Abaikan keinginan jasad dan nafsu. Cobalah rasakan keberadaan “Ruh” yang tenang di balik keriuhan pikiranmu.

  • Audit Lisan: Perhatikan setiap kata yang keluar. Lisan adalah pintu keluar dari “Qalb”. Jika lisanmu masih tajam, berarti lapisan batinmu masih butuh proses pembersihan lebih dalam di 15 hari ke depan.

Setengah perjalanan telah kita tempuh. Jangan sampai kita keluar dari Ramadhan hanya dengan jasad yang lebih kurus, tapi tanpa batin yang lebih tulus. Nishfu Ramadhan adalah undangan untuk pulang ke rumah sejati kita: kedalaman hati yang jernih.

Selamat berbuka puasa, warga Bandung. Semoga di sisa 15 hari ini, kita tidak hanya menjadi ahli menahan lapar, tapi mulai menjadi ahli dalam mengenal diri. (FMA)

Rekomendasi artikel :

Jadwal Buka Puasa 13 Ramadhan, Menguras Sampah Batin di Tengah Tumpukan Konsumsi Kota



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *