
WACANA BERITA –Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKB, AA Abdul Rozak, tancap gas menjalankan program pokok pikiran (Pokir) tahun anggaran 2026 dengan langkah konkret. Ia menggelar pelatihan keterampilan digital marketing dan catering yang berlangsung di lingkungan Pesantren Universitas Bandung, pada 20 hingga 30 April 2026.
Kegiatan ini menyasar masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kota Bandung sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Tidak sekadar seremonial, Rozak menegaskan pentingnya keberlanjutan dari program tersebut agar benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan peserta.
“Pelatihan ini jangan berhenti di sini. Harus ada follow up. Jangan sampai hanya jadi kegiatan sesaat tanpa dampak nyata,” tegas Rozak Sabtu 25 April 2026.
Polisi Selidiki Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Summarecon Bandung
Ia menilai, sektor catering dan digital marketing merupakan dua bidang yang memiliki prospek besar dan tidak akan pernah kehilangan pasar. Keduanya bahkan bisa saling melengkapi dan menciptakan peluang usaha yang menjanjikan jika dikolaborasikan dengan baik.
“Catering itu produknya, digital marketing itu cara menjualnya. Kalau dua ini digabung, peluang cuannya besar,” ujarnya.
Lebih jauh, Rozak berharap pelatihan ini mampu membuka potensi tersembunyi para peserta sekaligus meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapi persaingan ekonomi yang semakin ketat. Ia ingin para peserta tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha mandiri.
“Harapannya, setelah pelatihan ini, peserta bisa tumbuh dan berkembang. Ada yang jadi pengusaha catering, ada juga yang mahir di digital marketing. Ini peluang besar kalau dimanfaatkan dengan serius,” katanya.
Dari sisi pelaksanaan, kegiatan ini menghadirkan pemateri praktisi yang memberikan pembekalan mulai dari teknik memasak skala usaha, manajemen catering, hingga strategi pemasaran digital yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.
Dengan menggabungkan dua potensi besar dalam satu program, Rozak optimistis kegiatan ini bisa menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kolaborasi antara produk dan pemasaran.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa program Pokir DPRD tidak hanya sebatas usulan anggaran, tetapi bisa diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
