
WACANA BERITA – Ketersediaan minyak goreng bersubsidi merek MinyakKita di Kota Bandung dipastikan aman dan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET). Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, usai melakukan pemantauan di Pasar Sederhana, Senin (20/4/2026).
Ronny menjelaskan, distribusi MinyakKita dari Perum Bulog ke sejumlah pasar tradisional berjalan lancar dan rutin dilakukan setiap pekan.
“Dropping dari Bulog dilakukan setiap minggu. Satu pedagang mendapatkan sekitar 50 dus, dengan satu dus berisi 12 kemasan. Harga yang dijual juga sesuai HET,” ujarnya.
Kota Bandung Diprediksi Masuk Kemarau pada Juni 2026, Begini Rinciannya
Ia menambahkan, pedagang yang ingin mendapatkan suplai MinyakKita diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administrasi melalui aplikasi Simira. Program tersebut terbuka bagi seluruh pedagang, khususnya pelaku usaha kelontongan, selama bersedia melengkapi dokumen yang dibutuhkan.
“Semua pedagang sebenarnya sudah disasar. Tinggal bagaimana mereka memenuhi persyaratan. Pemerintah juga membantu, termasuk dalam pengurusan perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB),” katanya.
Selain memantau distribusi minyak goreng, Disdagin Kota Bandung juga melakukan pengawasan terhadap harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Sederhana. Secara umum, harga kebutuhan pokok terpantau relatif stabil.
Beberapa komoditas seperti beras, telur, daging ayam, dan daging sapi masih berada pada kisaran harga normal di pasaran.
Namun demikian, fluktuasi harga terjadi pada sejumlah komoditas sayuran, terutama cabai. Cabai rawit merah tercatat mengalami penurunan harga menjadi sekitar Rp73.000 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada cabai hijau keriting dan bawang putih, masing-masing sekitar Rp4.000 dan Rp2.000 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan. Cabai rawit hijau naik dari Rp51.000 menjadi Rp53.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting meningkat hingga Rp48.000 per kilogram.
Meski terjadi dinamika harga, Ronny memastikan kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan berada dalam pengawasan pemerintah.
“Secara keseluruhan masih aman dan terkendali. Kami akan terus melakukan monitoring untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga,” pungkasnya.
