Tuesday, October 27News That Matters

Ternyata yang Pantau Program Prabowo di Lapangan Itu Seskab Teddy, Bukan Para Menterinya


Wacana Berita, Jakarta –

Kunjungan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi membuka mata banyak pihak mengenai siapa sebenarnya sosok yang bertindak sebagai mata dan telinga dari Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat Politik Hendri Satrio (Hensa) memberikan apresiasi tinggi terhadap etos kerja sosok itu yang dinilai mendobrak kelaziman birokrat. Hensa menyoroti tingginya mobilitas sang seskab yang nyaris tanpa jeda dalam memastikan program strategis pemerintahan tereksekusi dengan baik tanpa manipulasi laporan administrasi.

Baca Juga: PDIP Serang Gibran Bertubi-tubi, David Pajung: Mereka Takut Kalah Lagi dari Jokowi di 2029

“Coba lihat jadwalnya. Sore rapat di Hambalang. Malamnya sudah di asrama ngecek kamar anak-anak. Hari Minggu pula,” ujar Hensa dikutip Selasa (27/10/2026).

Inspeksi yang dilakukan pada pukul 20.50 WIB tersebut dinilai  sangat autentik dan jauh dari unsur pencitraan. Tidak adanya panggung acara, spanduk penyambutan maupun pidato kenegaraan membuktikan bahwa seskab itu datang dengan satu tujuan spesifik: mengaudit kebenaran di lapangan.

“Malam-malam begitu, di asrama, mana ada panggungnya? Itu cara orang yang mau tahu sendiri program presiden jalan atau nggak. Dia nggak puas cuma baca laporan,” kata Hensa.

Hensa menegaskan bahwa manuver blusukan malam hari ini memberikan pesan politik yang sangat kuat kepada publik. Masyarakat kini memiliki tolok ukur yang jelas mengenai ketimpangan kinerja antara istana dan kementerian teknis. Momen Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) hanya tampak mendampingi  di lokasi semakin mempertegas narasi tersebut.

“Publik jadi tahu, ternyata yang bantu presiden memantau program-programnya di lapangan itu Mas Teddy. Datang mendadak, cek kamar, ngobrol sama anak-anak, baru pulang,” kata Hensa.

Minimnya pengawasan langsung dari kementerian tidak hanya dialamatkan kepada pengelola asrama, tetapi juga menembak langsung ke arah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementeri Soial.

Kemendikdasmen dinilai masih terjebak pada pola kerja administratif di balik meja dan enggan menyentuh realitas operasional. Padahal  Kerja sama lintas sektoral dalam program ini seharusnya menuntut partisipasi aktif dari seluruh kementerian terkait secara seimbang.

“Kurikulum dan gurunya memang dari Kemendikdasmen, itu sudah jalan. Tapi kirim kurikulum dan guru baru separuh pekerjaan. Yang perlu dicek juga anak-anaknya makin pintar atau nggak. Kalau Seskab saja bisa datang ngecek kamar, Kemendikdasmen mestinya rajin ngecek kelasnya,” pungkas Hensa.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya berkunjung ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi. Kunjungan mendadak tersebut dilakukan untuk memantau langsung kegiatan siswa sekaligus memastikan fasilitas dan pelayanan pendidikan berjalan dengan baik.

Teddy mengungkapkan bahwa kedatangannya pada malam hari sekaligus di hari libur itu bertujuan menengok langsung fasilitas dan kehidupan siswa di Sekolah Rakyat. Teddy juga menitipkan salam, sekaligus membagikan tas dan kaos dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Baca Juga: Singgung Keamanan, Geger Alasan Prabowo Tuntut Penerbangan Umrah Tak Lagi Transit di Singapura

“Ada sedikit oleh-oleh dari Pak Presiden. Ada tas, ada kaos. Silakan itu dipakai, digunakan. Di sini intinya harus gembira. Saya enggak mau malam ini saja, setiap saat gembira. Ada temannya agak sedih, dihibur,” kata Teddy.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *