
Film Laut Bercerita mendapat sambutan hangat dalam pemutaran perdana di XXI Tunjungan Plaza Surabaya, Minggu (25/10/2026). Hampir seluruh penonton memberikan tepuk tangan setelah menyaksikan kisah tentang kehilangan, keberanian, dan perjuangan mencari keadilan bagi mereka yang hilang.
Film produksi Pal 8 Pictures itu dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026. Karya sutradara Yosep Anggi Noen tersebut diadaptasi dari novel terlaris berjudul sama karya Leila S. Chudori, yang telah dicetak 125 kali dengan jumlah lebih dari 1 juta eksemplar.
Kisah mahasiswa yang hilang
Alur cerita membawa penonton ke lingkungan kampus di Yogyakarta pada akhir 1990-an, ketika suasana politik dan kebebasan berekspresi berada dalam tekanan setelah tiga mahasiswa ditangkap karena menyebarkan buku terlarang pada masa Orde Baru.
Biru Laut, yang diperankan Reza Rahadian, digambarkan sebagai mahasiswa yang gemar membaca dan menulis. Ia bergabung dengan kelompok studi Winatra bersama Daniel, Alex, Sunu, serta sejumlah sahabatnya. Dari kelompok tersebut, Laut dan kawan-kawan berupaya memperjuangkan kebebasan berekspresi.
Perjuangan itu berubah menjadi pencarian panjang ketika Laut dan beberapa rekannya menghilang pada suatu malam tanpa kabar. Bapak, Ibu, Asmara Jati sebagai adik Laut, serta para sahabatnya kemudian berusaha menemukan jawaban tentang nasib mereka.
Menurut Yosep, film ini berangkat dari kepekaan seorang seniman terhadap lingkungan dan sejarah di sekitarnya. Ia menilai novel dan film dapat saling melengkapi sebagai pengalaman bagi penonton.
“Kami berbicara tentang masa lalu yang sebenarnya kita tahu belum ada kejelasannya. Seperti orang hilang, pelanggaran hak asasi manusia,” kata Yosep di Surabaya.
Mengingat sejarah dan merawat harapan
Yosep mengatakan pembuatan film ini bertujuan mengingatkan publik bahwa kemanusiaan merupakan hal paling mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Film tersebut juga diharapkan membantu menjernihkan sejarah agar ketidakadilan dan pelanggaran kemanusiaan tidak terulang pada masa mendatang.
“Tujuan utamanya sebenarnya adalah karena kita mencintai negeri ini. Caranya dengan membuat film yang kemudian bisa kita jadikan jendela untuk melihat ke sejarah kita yang masih belum terselesaikan, masih gelap,” ujarnya.
Ia menambahkan, Laut Bercerita menjadi upaya merawat harapan bagi keluarga yang kehilangan anak dalam peristiwa tersebut. Film ini juga mendapat perhatian dalam kompetisi Bussan International Film Festival (BIFF) 2026.
Afrian Arisandy, pemeran Gala, mengatakan film ini turut mengangkat persahabatan di antara para aktivis kampus. Aktor asal Sidoarjo itu mengaku pernah menjadi aktivis pada 2000-an dan mengikuti aksi demonstrasi, sehingga menemukan situasi yang masih memiliki kemiripan dengan kondisi sekitar 1998.
Dalam cerita, Gala merupakan penyair sekaligus sahabat Laut. Ia menjadi sosok yang lebih banyak menyuarakan gagasan melalui tulisan. “Karena, menurut saya secara analisa bahwa mengubah bukan hanya bergerak saja. Tetapi, juga menulis sesuatu,” kata Afrian.
Selain Afrian, Yoga Pratama memerankan Arifin Bramantyo, organisatoris dalam kelompok Winatra. Skenario film ditulis Leila S. Chudori bersama Yosep Anggi Noen.
Film ini dibintangi antara lain oleh Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Pakusadewo, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, dan Reza Rahadian. Produsernya adalah Gita Fara, Leila S. Chudori, dan Budi Setyarso. Produksi film didukung VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film, dan Brandlink.
