Friday, October 23News That Matters

Guru Besar Ilmu Tanah Ungkap Alasan Kenapa Kebakaran di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan


Wacana Berita, Jakarta –

Guru Besar Bidang Ilmu Tanah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut membutuhkan strategi pemadaman khusus.

Hal ini disebabkan oleh sifat alami tanah gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan meski nyala api di bagian atas telah padam.

Prof. Gunawan menjelaskan bahwa gambut terbentuk dari akumulasi sisa tumbuhan yang terurai tidak sempurna dalam kondisi jenuh air.

Ketika terjadi penurunan muka air tanah akibat kemarau panjang atau sistem drainase kanal, kelembapan tanah gambut menghilang sehingga tumpukan bahan organik tersebut menjadi sangat rentan terbakar.

“Begitu gambut mengalami penurunan muka air, gambut bisa memiliki lapisan serasah kering hingga beberapa meter,” ungkap Gunawan, Kamis (22/10/2026).

Kondisi gambut yang kering menyebabkan api menjalar ke dalam lapisan tanah dan meninggalkan bara tersembunyi. Gunawan menyebut bahwa kemunculan asap tipis dari permukaan tanah merupakan indikasi bahwa proses pembakaran di bawah tanah masih berlangsung.

Oleh karena itu, upaya pemadaman karhutla gambut tidak cukup hanya menyasar api yang nampak di permukaan. Penanganan membutuhkan penyiraman secara masif dan mendalam untuk menjangkau lapisan tanah terbawah, serta pemantauan berkala guna mengantisipasi munculnya titik api susulan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 12 Oktober 2026, total area karhutla yang berada dalam penanganan satuan tugas mencapai 639,23 hektare.

Penanganan terfokus di enam provinsi prioritas, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau. BNPB turut mencatat kebakaran di area lahan mineral, seperti yang terjadi di Taman Nasional Tanjung Puting seluas 513,89 hektare.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *