Friday, October 23News That Matters

Elite PSI Soal Laporan Suket Pendidikan Wapres Gibran: Itu Operasi Politik!


Wacana Berita, Jakarta –

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menyebut laporan mengenai surat keterangan penyetaraan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai bagian dari operasi politik. Meski demikian, ia mempersilakan proses pelaporan berjalan selama dilakukan sesuai ketentuan konstitusi.

‎Bestari menyampaikan pandangan tersebut saat menanggapi pertanyaan mengenai dugaan adanya tujuan politik untuk memakzulkan Gibran melalui laporan hukum. Menurutnya, hak melapor dan mengadu dijamin konstitusi sehingga tidak seharusnya dibatasi.

‎“Kembali lagi saya ini sudah keempat kali bahwa melapor, mengadu itu adalah hak yang dilindungi konstitusi. Silakan gitu loh. Yang penting konstitusional kan itu saja. Apa yang mau kami komentari tentang hak orang gitu. Masa kami batasi,” kata dia.

‎Namun, kebebasan untuk melapor tidak membuat Bestari mengubah penilaiannya terhadap perkara tersebut. Ia tetap berpandangan bahwa laporan terkait dokumen pendidikan Gibran memiliki dimensi politik.

‎“Lah. Ya itu operasi politik dong. Loh, gimana sih? Masa menerima itu saja kemudian harus punya persepsi yang jelek begitu,” tuturnya.

‎Bestari mengatakan, kesesuaian langkah para pelapor dengan konstitusi pada akhirnya harus diuji. Ia menilai proses tersebut perlu dilihat berdasarkan aturan yang berlaku, bukan hanya melalui perdebatan politik.

‎“Tinggal kita nanti lihat, bahwa kita meyakini, bahwa apa yang dilakukan kawan-kawan ini kan berlandaskan konstitusi, berhadapan juga dengan pembuat undang-undang. Ya, tinggal diuji sesuai dengan konstitusi,” tuturnya.

Baca Juga: Elite PSI Mencium Agenda Politik Mengganti Kekuasaan Lewat Isu Ijazah Jokowi dan Gibran

‎Di sisi lain, Bestari juga mempersoalkan tuduhan yang disampaikan tanpa disertai penegasan bahwa hal tersebut masih berupa dugaan. Menurutnya, pihak yang menyampaikan tuduhan seharusnya tidak langsung menyatakan seseorang bersalah sebelum ada pembuktian.

‎“Tetapi ketika tuduhan tanpa mengatakan kami duga, ya kami keberatan. Kan itu saja yang selama ini, si anu begini, si anu begini, tapi tidak mengatakan ‘kami duga’, kan itu yang selalu kesalahan dari kawan-kawan ini, selalu menunjuk hidung si anu salah, padahal pembuktiannya tidak ada.”



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *