Thursday, October 22News That Matters

Fluktuasi di Bursa, BRI Siap Buyback Saham Rp1 Triliun


Wacana Berita, Jakarta –

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali menyiapkan aksi pembelian kembali atau buyback saham dengan nilai maksimal Rp1 triliun. Aksi korporasi tahap kedua pada 2026 ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi pasar modal yang mengalami fluktuasi signifikan.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan pada 22 Oktober 2026, periode pembelian kembali saham dijadwalkan berlangsung mulai 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027.

Rencana tersebut telah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Nomor S-210/PB.21/2026 tertanggal 22 Oktober 2026.

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa pelaksanaan buyback tahap kedua mengacu pada penetapan OJK mengenai kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan sebagaimana tercantum dalam Surat Nomor S-112/D.04/2026.

“Sehubungan kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan sebagaimana telah ditetapkan oleh OJK melalui Surat OJK No.S-112/D.04/2026 dan berdasarkan persetujuan OJK melalui Surat OJK No.S-210/PB.21/2026, Perseroan berencana untuk melaksanakan Buyback dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan tahun 2026 Tahap II,” ujar Dhanny dalam keterbukaan informasi tersebut.

Untuk merealisasikan aksi korporasi ini, BRI akan menggunakan dana yang sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan.

Manajemen mengalokasikan anggaran maksimal Rp1 triliun untuk pembelian saham, di luar biaya transaksi yang diperkirakan mencapai paling tinggi 0,20% dari nilai buyback.

Dengan demikian, apabila seluruh anggaran pembelian saham digunakan, biaya transaksi tambahan diperkirakan dapat mencapai Rp2 miliar.

Perseroan memastikan pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan maupun biaya operasional bank.

Dari sisi mekanisme, pembelian kembali saham akan dilakukan melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan jasa satu anggota bursa.

Harga pembelian akan ditentukan berdasarkan pertimbangan perseroan dengan memperhatikan kewajaran harga serta ketentuan dalam POJK Nomor 13 Tahun 2023 dan POJK Nomor 29 Tahun 2023.

BRI juga menetapkan bahwa jumlah saham hasil pembelian kembali yang disimpan sebagai saham treasuri tidak boleh melebihi 10% dari modal ditempatkan perseroan.

Selanjutnya, saham hasil buyback tersebut direncanakan dapat digunakan untuk mendukung program kepemilikan saham bagi pekerja, direksi, dan dewan komisaris atau Management and Employee Stock Option Program (MESOP).

Namun, penggunaan saham untuk program tersebut masih memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan simulasi keuangan proforma per 30 Juni 2026, pelaksanaan buyback dengan nilai maksimal Rp1 triliun diperkirakan akan mengurangi total aset BRI dari Rp2.342,79 triliun menjadi Rp2.341,79 triliun.

Nilai ekuitas perseroan juga diproyeksikan turun dari Rp333,62 triliun menjadi Rp332,62 triliun setelah memperhitungkan pembelian kembali saham.

Baca Juga: Jasa Marga (JSMR) Buka Ruang Jalani Buyback Saham

Baca Juga: BCA Perpanjang Buyback Saham hingga 23 Oktober 2026, Investor Wajib Cermati

Meski terjadi penyesuaian pada aset dan ekuitas, laba bersih BRI dalam simulasi tersebut tetap berada pada level Rp31,18 triliun.

Adapun laba per saham atau earnings per share (EPS) secara proforma diperkirakan meningkat dari Rp206,94 menjadi Rp207,50.

Kenaikan EPS tersebut mencerminkan dampak berkurangnya jumlah saham yang diperhitungkan dalam simulasi, bukan tambahan laba bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasional bank.

Manajemen menegaskan bahwa penggunaan dana internal untuk buyback telah mempertimbangkan kondisi keuangan serta kebutuhan operasional perseroan.

Dengan pelaksanaan buyback tahap kedua ini, BRI melanjutkan langkah pengelolaan permodalan di tengah dinamika pasar saham domestik.

Realisasi pembelian kembali saham nantinya akan bergantung pada kondisi perdagangan, harga pasar, serta pelaksanaan transaksi selama periode yang telah ditetapkan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *