
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un muncul di hadapan publik di Pyongyang, Senin (19/10/2026), ketika rumor yang menyebut dirinya meninggal dunia atau mengalami koma ramai beredar di media sosial. Ia menghadiri Pameran Pakaian dan Alas Kaki Nasional-2026 bersama istri dan putrinya.
Kemunculan tersebut menjadi sorotan setelah sejumlah unggahan di internet menyebarkan klaim mengenai kondisi kesehatan Kim. Namun, klaim bahwa dirinya meninggal atau dilarikan ke rumah sakit di Beijing tidak didukung bukti dari sumber tepercaya.
Foto-foto yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Selasa (20/10/2026) memperlihatkan Kim meninjau lokasi pameran bersama keluarganya. Laporan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ia kembali tampil dalam agenda publik di tengah beredarnya spekulasi mengenai kondisinya.
Menurut laporan NK News, rumor terbaru mulai menyebar melalui platform media sosial X sejak Minggu (18/10/2026) dan berlanjut hingga Senin.
Setidaknya dua akun populer yang menentang Partai Komunis China mengklaim tanpa bukti bahwa Kim meninggal dunia atau mengalami koma sebelum dibawa ke rumah sakit di Beijing, China.
Turkiye Today juga melaporkan adanya rumor yang menyebut Kim mengalami koma akibat pendarahan otak. Namun, klaim tersebut tidak disertai konfirmasi tepercaya yang memastikan kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara itu.
Isu tersebut bahkan sempat menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan di X dan Bluesky hingga Senin malam waktu Amerika Serikat. Sejumlah situs web dan tabloid turut menyebarkan klaim mengenai kondisi Kim seolah-olah informasi tersebut telah terkonfirmasi.
Analisis NK News menyebut gelombang rumor itu kemungkinan berkembang melalui aktivitas berbagi unggahan di media sosial yang diduga dipicu akun bot. Klaim tanpa dasar tersebut kemudian menyebar lebih luas ketika sejumlah situs dan tabloid mengulanginya tanpa melakukan konfirmasi yang memadai.
Kemunculan Kim di acara publik itu terjadi saat perhatian terhadap kabar kesehatannya kembali meningkat. Meski demikian, tampil di hadapan publik tidak dengan sendirinya memberikan gambaran lengkap mengenai kondisi medisnya.
Informasi mengenai dugaan kematian dan koma yang beredar sebelumnya tetap tidak memiliki dukungan bukti tepercaya berdasarkan laporan yang dikutip.
Di tengah sorotan tersebut, Kim justru membahas perkembangan industri ringan Korea Utara dalam kunjungannya ke pameran. Ia menyebut acara tersebut sebagai gambaran kemajuan sektor industri ringan yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan materi dan budaya masyarakat.
Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Hendri Satrio Soroti Kesulitan Cari Pembantu Terbaik
Kim secara khusus menyoroti peran pabrik-pabrik yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir melalui proyek pembangunan regional “20×10”. Program tersebut bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah pedesaan yang disebutnya sebagai daerah tertinggal.
Rumor mengenai kesehatan Kim bukan pertama kalinya muncul. Pada 2020, spekulasi serupa sempat menjadi pemberitaan setelah seorang eksekutif perusahaan media terkemuka di Hong Kong menyebarkan kabar mengenai kondisinya.
Kim kemudian kembali muncul ke publik, meskipun saat itu sempat terdapat perhatian terhadap kemungkinan masalah kesehatan.
Peristiwa terbaru ini kembali menunjukkan bagaimana spekulasi mengenai pemimpin Korea Utara dapat menyebar luas ketika informasi yang dapat diverifikasi terbatas. Dalam kasus kali ini, kemunculan Kim di Pyongyang menjadi bagian penting dari perkembangan berita, sementara klaim bahwa dirinya meninggal atau koma tetap tidak terkonfirmasi.
