Monday, October 19News That Matters

IHSG Anjlok 4,31% saat Dibuka, Bos Danantara Angkat Bicara


Wacana Berita, Jakarta –

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, buka suara terkait tekanan yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (19/10/2026). Namun, Rosan belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kejatuhan indeks saham domestik tersebut.

“Nanti ya saya jawab (soal IHSG),” ujar Rosan saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tekanan jual yang membayangi pasar saham Indonesia. Pada pembukaan perdagangan Senin, IHSG langsung terkoreksi 223,23 poin atau 4,31% ke level 4.961,88.

Pelemahan juga terjadi pada indeks saham unggulan LQ45 yang turun 28,06 poin atau 5,52% ke posisi 480,50. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang meluas di pasar saham domestik pada awal perdagangan.

Baca Juga: IHSG Anjlok 3,64% ke 4.996,60, Sebanyak 656 Saham Berakhir di Zona Merah

IHSG Tertekan Sentimen MSCI

Salah satu sentimen yang membayangi pergerakan IHSG adalah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi terkait usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

MSCI menyoroti kekhawatiran pelaku pasar terhadap aksesibilitas investasi, transparansi struktur kepemilikan saham, serta dugaan praktik perdagangan yang terkoordinasi. Ketidakpastian tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap daya tarik pasar saham Indonesia di mata investor global.

Tekanan tersebut merupakan kelanjutan dari koreksi tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Saat itu, IHSG ditutup anjlok 11,57% ke level 5.185,10, memperlihatkan besarnya tekanan yang melanda pasar modal domestik.

Pelaku pasar kini mencermati langkah otoritas dalam merespons kekhawatiran MSCI, termasuk upaya memperkuat transparansi dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Di tengah kondisi tersebut, respons Danantara turut menjadi perhatian mengingat lembaga pengelola investasi tersebut memiliki peran dalam pengelolaan aset dan investasi strategis nasional.

Meski demikian, Rosan belum memberikan penjelasan lebih jauh mengenai sikap Danantara terhadap gejolak IHSG. Pernyataannya masih sebatas akan memberikan tanggapan pada kesempatan berikutnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *