
KORAN MANDALA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wanasari 2 di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan masyarakat.
Setelah sebelumnya dikeluhkan terkait persoalan limbah yang menimbulkan bau menyengat, kini kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa turut menuai kritik.
Keluhan mengenai menu MBG tersebut ramai diperbincangkan di media sosial TikTok. Sejumlah warganet mempertanyakan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa dan meminta adanya evaluasi terhadap pelaksanaan program di SPPG Wanasari 2.
Salah satu akun TikTok berinisial KF menyampaikan kritik terhadap menu yang disediakan. Akun tersebut menilai keluhan mengenai kualitas makanan telah berulang kali disampaikan, tetapi belum menunjukkan perubahan yang memuaskan.
“SPPG Wanasari 2 emang kualitas menunya gak jelas. Sudah banyak yang komplain, tapi sepertinya tidak ada perubahan,” tulis akun tersebut, dikutip Kamis (15/10/2026).
Keluhan terbaru itu menambah persoalan yang sebelumnya muncul terkait operasional SPPG Wanasari 2. Warga sebelumnya mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari limbah kegiatan SPPG dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Limbah tersebut juga dikeluhkan mengalir ke saluran air yang selama ini digunakan untuk mengairi sawah di sekitar Desa Wanasari. Warga khawatir kondisi tersebut mengganggu fungsi saluran air untuk kebutuhan pertanian. Bau tidak sedap bahkan dilaporkan tercium hingga kawasan sekolah dasar di sekitar lokasi.
Menanggapi persoalan kualitas menu MBG, Ketua LSM Barak Marcab Purwakarta, Mahesa Jenar, mendesak Pemerintah Kabupaten Purwakarta melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang disediakan SPPG Wanasari 2.
“Kami sudah menerima banyak keluhan dari masyarakat tentang kualitas MBG di SPPG Wanasari 2. Kami desak Pemkab Purwakarta untuk melakukan audit transparan dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas keluhan ini,” tegasnya.
Mahesa juga meminta pemerintah memastikan makanan yang diterima siswa memenuhi standar kelayakan dan keamanan pangan. Menurutnya, pengawasan diperlukan agar program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi para penerima.
Selain persoalan menu, warga juga masih menantikan penyelesaian masalah limbah yang sebelumnya dikeluhkan. Zaenal sebelumnya berharap pengelola SPPG bersama mitranya segera menindaklanjuti keluhan tersebut dan merealisasikan rencana perbaikan saluran air.
Hingga berita ini ditulis, pegawai maupun kepala SPPG Wanasari 2 belum memberikan tanggapan terkait keluhan kualitas menu MBG maupun persoalan limbah yang disampaikan warga.
