
Berita Liga Italia: La Gazzetta dello Sport menyoroti ketumpulan lini depan AC Milan, yang hanya melepas 8 tembakan lawan Sassuolo dan Goncalo Ramos kerap terisolasi.
La Gazzetta dello Sport menyebut ketumpulan sebagai masalah ketiga AC Milan setelah imbang 1-1 melawan Sassuolo. Sebelum pekan ini, Milan berada di peringkat ke-13 dalam jumlah tembakan, terbawah dalam tembakan dari luar kotak penalti.
Rossoneri menguasai bola dengan baik tetapi jarang melepas tembakan. Sejauh ini tingkat konversi mereka sangat baik, tetapi Milan perlu mengubah ritme. Hanya 8 tembakan yang dilepas di Reggio Emilia, sehingga masalah itu belum terpecahkan.
Goncalo Ramos disebut sering terisolasi, dimana pemain asal Portugal tersebut banyak bergerak, tetapi sedikit mendapat peluang di dalam kotak. Christian Pulisic baru hidup lewat umpan terobosan kepada Samuel Chukwueze di akhir laga.
Meskipun begitu, dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan, Ruben Amorim menolak menganggap tembakan jarak jauh sebagai solusi dan merujuk pada statistik.
“95 persen gol tercipta di dalam kotak. Anda bisa menembak sebanyak mungkin, tetapi Anda harus tahu bahwa tujuannya adalah membawa bola lebih dekat ke gawang. Kami sudah mencoba berbagai kombinasi, tetapi kami perlu memperbaiki umpan silang. Ada ruang di sisi luar, dan kami belum memanfaatkannya.” ujar Amorim.
Media yang berbasis di Milano tersebut membenarkan hal itu, terutama karena Chukwueze menunjukkan sejak awal tahun bahwa ia piawai mengirim umpan silang.
Salah satu solusi yang disebut adalah Davide Bartesaghi, dimana pemain muda tersebut dinilai lebih piawai mengirim umpan silang sambil berlari, bahkan dengan sentuhan pertama, dan bisa membantu di sisi kiri, ketimbang Pervis Estupinan
Artikel Tag: ac milan, liga italia, goncalo ramos
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/bola/gazzetta-ac-milan-tumpul-goncalo-ramos-masih-kerap-terisolasi
