Tuesday, October 13News That Matters

Sebut PAM Jaya Contoh Ekstrem Transformasi BUMD, Pramono Targetkan Laba Rp1,3 T pada 2026


Wacana Berita, Jakarta –

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya) mampu membukukan laba di atas Rp1,3 triliun pada tahun 2026. Target tersebut dinilai realistis setelah melihat lonjakan kinerja keuangan PAM Jaya dalam satu tahun terakhir.

Pramono mengungkapkan, PAM Jaya menjadi contoh paling ekstrem dari keberhasilan transformasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.

“Yang pertama, saya bersyukur bahwa BUMD di Jakarta, beberapa BUMD yang dulu belum sehat sekarang mulai banyak yang sehat. Contoh yang paling ekstrem adalah PAM Jaya,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10/2026).

Baca Juga: Pramono Anung Tegaskan Tak Boleh Kalah dari Premanisme, Minta Pengeroyok Satpol PP di Bulungan Diproses Hukum

Pramono memaparkan, laba PAM Jaya pada tahun 2024 kemarin masih berada di kisaran Rp250 miliar, kemudian melonjak menjadi Rp1,1 triliun pada tahun 2025. Tahun ini, Pemprov DKI mematok target yang lebih tinggi.

“Di tahun 2024 PAM Jaya itu keuntungannya masih di bawah, mungkin Rp250 miliar. Sekarang ini di tahun 2025 kemarin, PAM Jaya keuntungannya sudah Rp1,1 triliun. Dan diharapkan di tahun 2026 ini PAM Jaya bisa meraih keuntungan di atas Rp1,3 triliun. Ini sebagai contoh saja,” katanya.

Perbaikan menyeluruh tidak hanya menyasar PAM Jaya. Pramono menyebut, Pemprov DKI juga melakukan pembenahan di sejumlah BUMD pangan dan infrastruktur demi menyehatkan perusahaan.

“Kemudian nanti Dharma Jaya, dan beberapa yang lain, termasuk kemarin Food Station, yang direksinya tiga-tiganya diganti menjadi perempuan semua, terus terang dalam rangka untuk menyehatkan perusahaan yang ada,” ungkapnya.

Selain BUMD pangan, Pramono juga menyoroti PT Jakarta Propertindo (Jakpro). BUMD yang bergerak di bidang infrastruktur dan properti itu dinilai memiliki beban penugasan yang terlalu banyak, sehingga perlu dilakukan rasionalisasi.

“Bahkan saya memikirkan Jakpro yang dulunya penugasannya begitu banyak, pelan-pelan penugasannya harus kita kurangi supaya Jakpro bisa lebih sehat,” pungkas Pramono.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *