
Berita MotoGP – Casey Stoner menilai perkembangan elektronik dan aerodinamika motor MotoGP membuat para pembalap masa kini tidak bisa merasakan karakter asli Sirkuit Phillip Island secara maksimal. Sorotan itu muncul menjelang Grand Prix Australia 2026 yang akan menjadi balapan terakhir MotoGP di sirkuit legendaris tersebut sebelum pindah ke Adelaide pada 2027.
Casey Stoner menyayangkan perkembangan motor MotoGP modern yang menurutnya mengurangi tantangan khas Sirkuit Phillip Island, Australia. Mantan juara dunia dua kali itu menilai penggunaan elektronik dan aerodinamika membuat pembalap tidak lagi sepenuhnya merasakan pengalaman mengendalikan motor di salah satu sirkuit favoritnya.
Phillip Island akan menggelar Grand Prix Australia terakhir pada 2026 sebelum MotoGP berpindah ke sirkuit jalan raya baru di Adelaide mulai 2027. Kepindahan tersebut mengakhiri perjalanan panjang Phillip Island sebagai tuan rumah salah satu seri paling ikonik dalam kalender kejuaraan dunia.
Stoner memiliki catatan istimewa di sirkuit tersebut. Ia memenangi Grand Prix Australia selama enam tahun berturut-turut, dari 2007 hingga 2012. Sepanjang kariernya di kelas utama, ia hanya sekali gagal menang di Phillip Island, menjadikannya salah satu pembalap tersukses di lintasan itu.
Namun menurut Stoner, karakter Phillip Island yang sebenarnya semakin sulit dirasakan dengan motor modern. Dalam wawancara dengan mantan pembalap MotoGP Chris Vermeulen yang dipublikasikan MotoGP Australia, ia menjelaskan bahwa motor generasi sebelumnya menuntut pembalap lebih aktif mengendalikan selip dan menghadapi kondisi angin.
“Saya merasa para pembalap sekarang belum benar-benar merasakan seperti apa mengendarai motor besar di Phillip Island,” ujar Stoner.
“Mereka seharusnya bisa membuat motor meluncur, mengendalikannya, serta menghadapi angin dan berbagai kondisi lainnya. Namun, sekarang ada aerodinamika yang menekan motor ke permukaan lintasan. Ditambah berbagai sistem elektronik yang membuat mereka tidak benar-benar merasakan Phillip Island sebagaimana karakter aslinya,” katanya.
Stoner mengakui para pembalap masa kini tetap menikmati Phillip Island, meskipun menurutnya teknologi motor membatasi pengalaman mereka. Ia juga menyebut Mugello dan Brno sebagai sirkuit yang menawarkan sensasi berkendara menarik.
Perubahan lokasi Grand Prix Australia turut memunculkan perdebatan mengenai karakter sirkuit, keselamatan, dan kemudahan akses bagi penonton. Phillip Island memang dikenal memiliki tantangan tersendiri, termasuk lokasinya yang relatif sulit dijangkau.
Bagi Casey Stoner, daya tarik Phillip Island bukan sekadar soal kecepatan, melainkan juga tantangan yang membuat pembalap harus benar-benar mengandalkan kemampuan mengendalikan motor.
Artikel Tag: casey stoner, phillip island, motogp australia
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/motogp/casey-stoner-kritik-elektronik-motogp-rider-tak-rasakan-phillip-island
