
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang memperluas penjajakan investor asal Tiongkok dengan menyasar perusahaan yang tengah menyiapkan ekspansi ke luar negeri. Strategi tersebut dilakukan melalui rangkaian agenda Going Global di Beijing dan Tianjin pada 22–24 September 2026.
Dalam rangkaian tersebut, KEK Industropolis Batang hadir bersama Reanda International dan Reanda Bernardi Indonesia untuk memperkenalkan Batang sebagai salah satu basis investasi manufaktur di Indonesia dan kawasan ASEAN.
Agenda tersebut mempertemukan pengelola kawasan dengan pemerintah daerah, asosiasi profesi, lembaga keuangan, perusahaan industri, serta perusahaan swasta Tiongkok yang sedang mempertimbangkan ekspansi lintas negara.
Bagi KEK Industropolis Batang, pendekatan tersebut diarahkan untuk masuk ke tahap awal pengambilan keputusan investor. Reanda International dinilai memiliki posisi strategis karena jaringan akuntansi dan konsultasinya dapat menjadi salah satu rujukan perusahaan ketika menilai aspek perpajakan, kepatuhan, dan kelayakan ekspansi ke negara lain.
Pada 22 September 2026, KEK Industropolis Batang mengikuti Reanda International Joint Partners Meeting dan seminar Developing a Comprehensive Service System for Enterprises Going Global di Beijing. Forum yang diselenggarakan Government Affairs Service Committee Beijing Institute of Certified Public Accountants (BICPA) bersama Reanda International tersebut membahas dukungan bagi perusahaan Beijing yang hendak melakukan ekspansi internasional.
Penjajakan kemudian berlanjut ke Tianjin pada 23 September melalui Going Global Special Event dalam rangkaian 2026 China Private Enterprise Investment and Financing Exchange Seminar (CPEC).
Forum yang diselenggarakan Pemerintah Kota Tianjin bersama Reanda International, Tianjin Enterprises “Going Global” Service Alliance, dan PICC tersebut mempertemukan perusahaan industri dan perdagangan serta perusahaan swasta yang memiliki rencana investasi lintas negara.
Dalam forum tersebut, KEK Industropolis Batang menawarkan kawasan sebagai basis produksi bagi perusahaan Tiongkok yang ingin masuk ke pasar Indonesia.
Head of Marketing & Sales Division KEK Industropolis Batang Irma Herdiana Sefrinta mengatakan perusahaan Tiongkok kini menghadapi pertanyaan yang lebih spesifik dalam ekspansi internasional, yakni menentukan lokasi dan mitra.
“Perusahaan Tiongkok saat ini tidak lagi bertanya apakah perlu ekspansi ke luar negeri, tetapi ke mana dan bersama siapa. Kami hadir di Beijing dan Tianjin untuk memastikan jawabannya adalah Indonesia, dan Batang. Bersama Reanda, kami menawarkan lebih dari sekadar lahan: lokasi strategis, insentif KEK, dan pendampingan profesional yang membuat proses investasi lebih cepat dan lebih pasti,” ujar Irma.
Bidik Industri EV hingga Manufaktur Maju
Pada 24 September, delegasi KEK Industropolis Batang mengunjungi Tiankai Higher Education Innovation Park yang terhubung dengan Tianjin University dan Nankai University. Kawasan tersebut menaungi perusahaan teknologi di bidang kecerdasan buatan, energi baru, dan material baru.
Delegasi juga mengunjungi China–SCO Digital Economy Cooperation Pilot Zone untuk menjajaki potensi hubungan antara perusahaan teknologi dan ekonomi digital Tianjin dengan pasar serta basis produksi di Indonesia.
Penjajakan tersebut sejalan dengan sektor yang menjadi fokus pengembangan KEK Industropolis Batang, termasuk kendaraan listrik dan rantai pasoknya, energi terbarukan, elektronik, manufaktur maju, serta digital dan komunikasi.
KEK Industropolis Batang menawarkan kawasan seluas 4.300 hektare dengan infrastruktur dasar terintegrasi. Kawasan tersebut juga memiliki status KEK dan Proyek Strategis Nasional yang memberikan fasilitas fiskal dan nonfiskal serta kemudahan perizinan melalui administrator KEK.
Lokasinya berada di koridor utara Jawa dengan akses ke Tol Trans-Jawa, pelabuhan, dan pasar domestik. Pengelola juga menempatkan ketersediaan tenaga kerja Jawa Tengah yang kompetitif sebagai salah satu faktor pendukung bagi investor.
Chairman Reanda International Huang Jinhui mengatakan kemitraan dengan KEK Industropolis Batang diarahkan untuk menghubungkan perusahaan yang melakukan ekspansi dengan peluang investasi serta dukungan profesional yang dibutuhkan.
“Melalui rangkaian kegiatan di Beijing dan Tianjin, kami ingin menghubungkan pelaku usaha dengan peluang, jaringan, dan dukungan profesional yang mereka butuhkan untuk membangun dan mengembangkan kehadiran internasionalnya,” ujar Huang.
Baca Juga: Industropolis Batang Gandeng Hangzhou, Bidik Investasi Tiongkok dan Industri Hijau
Baca Juga: KEK Industropolis Batang Bidik Ekonomi Kreatif Lewat Wisata Budaya Alas Roban
Sementara itu, Director of the Outbound Investment and Economic Cooperation Division, Tianjin Municipal Bureau of Commerce Fang Yong mengatakan KEK Industropolis Batang dapat menjadi salah satu pilihan bagi perusahaan Tianjin yang ingin menjajaki investasi dan bisnis di Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, KEK Industropolis Batang dan Reanda akan menindaklanjuti prospek yang diperoleh dari rangkaian agenda tersebut. Namun, bahan yang tersedia belum merinci bentuk atau jadwal tindak lanjut seperti business matching, kunjungan lapangan, maupun program pendampingan investor, sehingga detail tersebut belum dapat dipastikan.
