
PT Indointernet Tbk (EDGE) memperoleh tambahan fasilitas kredit investasi senilai Rp1,7 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh anak usaha EDGE, PT Ekagrata Data Gemilang (EDG).
Fasilitas kredit tersebut diberikan berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada 2 Oktober 2026. Kredit ini merupakan tambahan dari fasilitas kredit yang sebelumnya telah dimiliki oleh perseroan.
Pinjaman tersebut menggunakan skema suku bunga mengambang dengan jangka waktu hingga sembilan tahun.
Baik fasilitas kredit baru maupun fasilitas eksisting dijamin menggunakan aset milik EDGE dan EDG. Nilai aset yang menjadi jaminan mencapai lebih dari 50% dari jumlah kekayaan bersih masing-masing perusahaan.
Berdasarkan perjanjian fasilitas kredit investasi tersebut, sejumlah ketentuan pembatasan yang sebelumnya berlaku dalam perjanjian kredit eksisting tetap diterapkan pada fasilitas tambahan ini.
Selain itu, EDG memberikan tambahan jaminan berupa aset yang telah dimiliki dan dijaminkan. Aset tersebut mencakup tanah, bangunan, mesin, serta peralatan.
Seluruh jaminan tersebut akan mengikuti persyaratan dan ketentuan yang tercantum dalam dokumen agunan.
Corporate Secretary Indonet Jennifer Tiurland mengatakan fasilitas kredit tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional sekaligus ekspansi bisnis perseroan.
“Fasilitas tersebut untuk membiayai kebutuhan umum kegiatan usaha, termasuk belanja modal, ekspansi kabel fiber optik, dan kebutuhan pendanaan lainnya,” kata Jennifer dalam keterbukaan informasi BEI.
EDGE dan EDG merupakan perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur digital. Tambahan pendanaan dari BCA tersebut akan diarahkan untuk mendukung pengembangan proyek pusat data sekaligus memenuhi peningkatan kebutuhan pelanggan terhadap layanan data center dan infrastruktur digital.
Baca Juga: BCA Diguncang Transaksi Rp621 Miliar! 100 Juta Saham Berpindah di Tengah Isu Haji Isam
Baca Juga: Di Tengah Rumor Akuisisi, Fundamental BCA Justru Jadi Sorotan
Dari sisi neraca, penarikan fasilitas kredit tersebut akan meningkatkan liabilitas EDGE dan EDG. Meski demikian, manajemen menilai fasilitas tambahan ini juga dapat memperkuat struktur pendanaan serta meningkatkan kapasitas perusahaan dalam mengembangkan bisnis pusat data dan infrastruktur digital.
Jennifer mengatakan tambahan fasilitas kredit tersebut diharapkan memberikan ruang yang lebih besar bagi perseroan dalam mengelola kondisi keuangan.
“Fasilitas kredit tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas, likuiditas keuangan, dan mendukung arus kas perseroan dan EDG, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” tutup dia.
