Tuesday, October 6News That Matters

Meski Wapres Tak Tamat SMA, Anak Kita Harus Lulus SMA


Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak menemukan dokumen yang membuktikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menamatkan pendidikan di luar negeri pada jenjang yang setara dengan sekolah menengah atas atau sederajat. Pernyataan itu disampaikan dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 di ruang sidang MK, Jakarta, Selasa (6/10) malam.

MK Tidak Menemukan Dokumen Pendidikan Setara SMA

Hakim konstitusi Arsul mengatakan, kesimpulan tersebut diambil setelah majelis mempelajari seluruh bukti yang diajukan para pihak serta fakta-fakta yang terungkap selama persidangan. Dokumen yang dimaksud mencakup ijazah, sertifikat, maupun diploma.

“Mahkamah mempelajari semua bukti yang diajukan para pihak dan fakta di persidangan, mahkamah tidak menemukan dokumen yang menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma sebagai bukti telah menamatkan pendidikan di luar negeri yang setara dengan sekolah menengah atas atau sederajat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 huruf r dan Pasal 227 Huruf I UU Pemilu,” kata Arsul saat membacakan pertimbangan hakim.

Pernyataan MK tersebut berkaitan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Pemilu yang mengatur persyaratan pendidikan bagi calon presiden dan wakil presiden. Dalam pertimbangannya, majelis mengaitkan bukti pendidikan Gibran dengan Pasal 169 huruf r dan Pasal 227 huruf I UU Pemilu.

Mercy Dorong Generasi Muda Tetap Berpendidikan

Menanggapi keterangan MK, Mercy Sihombing, anggota dari pihak pemohon, menyampaikan pesan yang ditujukan kepada generasi muda Indonesia. Ia menegaskan bahwa apa pun perkembangan mengenai bukti pendidikan Gibran, anak-anak Indonesia tetap harus memiliki semangat untuk menyelesaikan pendidikan hingga jenjang tertinggi.

Mercy menyatakan, pendidikan formal dan rekam jejak akademik yang jelas penting bagi generasi muda. Ia menginginkan anak-anak Indonesia menyelesaikan pendidikan menengah, melanjutkan kuliah, serta berupaya menjadi yang terbaik.

“Anak-anak Indonesia harus tamat SMA, harus kuliah, dan menjadi yang terbaik. Kita harus membuktikan bahwa generasi muda Indonesia adalah generasi yang berpendidikan dengan rekam jejak sekolah serta sertifikasi yang jelas,” tegas Mercy.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah MK membacakan pertimbangan mengenai tidak ditemukannya dokumen berupa ijazah, sertifikat, atau diploma yang menunjukkan Gibran memiliki bukti tamat pendidikan luar negeri dengan kesetaraan tingkat SMA. Dalam keterangannya, Mercy tetap menempatkan dorongan agar generasi muda menuntut ilmu sebagai pesan utama yang ingin disampaikan kepada publik.

Source link



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *