
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Sistem Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) mampu menahan dan mengolah hampir 30 persen sampah yang mengalir dari Sungai Ciliwung. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mereplikasi model pengelolaan tersebut di 11 sungai lainnya di Jakarta.
Pramono mengatakan SSTBS menjadi salah satu fasilitas untuk menangani sampah dari hulu sebelum mengalir ke Pintu Air Manggarai. Hal itu disampaikannya saat meninjau SSTBS di Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026).
“Pagi hari ini, secara khusus saya ingin melihat sampah yang ditangani dari ujung. Karena sampah ini ditangani dari ujung sebelum masuk ke Manggarai,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, SSTBS tidak hanya berfungsi menyaring sampah, tetapi juga memilah dan mengolahnya agar dapat dimanfaatkan kembali. Dari fasilitas tersebut, hampir 30 persen sampah Ciliwung dapat ditahan dan diolah.
“Penanganan sampah tidak lagi secara parsial, tetapi secara lebih holistik dan terencana. Dari Sungai Ciliwung ini hampir 30 persen sampah bisa diambil dan diolah di sini. Sebagian untuk dijadikan organik, sebagian residu, lalu sebagian lagi dipres untuk kebutuhan beberapa industri di sekitar sini,” katanya.
Hasil pengolahan SSTBS antara lain dimanfaatkan menjadi kompos, woodchip, bahan baku refuse-derived fuel (RDF), hingga pakan maggot. Fasilitas tersebut juga mengolah sampah berukuran besar atau bulky waste dari kegiatan pemangkasan pohon di lima wilayah Jakarta.
Pengelolaan tersebut merupakan bagian dari perubahan pendekatan pengelolaan sampah DKI Jakarta dari angkut-buang menjadi pilah-angkut-olah, sebagaimana diatur dalam Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pilah Sampah.
Baca Juga: Gubernur Pramono Beberkan Rencana Pembentukan Dana Cadangan Jakarta Rp5,6 Triliun
Pemprov DKI Jakarta selanjutnya akan mereplikasi model SSTBS di 11 sungai lainnya, yakni Kali Sunter, Cipinang, Jati Kramat, Baru Timur, Baru Barat, Angke, Grogol, Krukut, Buaran, Kalimalang, dan Cakung.
“Kalau RDF Rorotan, RDF Bantargebang, ITF, kemudian TPS 3R berjalan dengan baik, dan tempat ini juga bisa mengurangi beban sampah ke Manggarai, saya yakin penanganan sampah di Jakarta relatif tertangani dengan baik,” pungkasnya.
